Semakin Dekat dengan Pembaca

Jelang Nataru, Inflasi di Tulungagung Merangkak Naik

TULUNGAGUNG- Menjelang momentum Hari Natal dan Tahun Baru (Nataru) inflasi di Tulungagung mulai merangkak naik. Meski masih dalam koridor aman, namun beberapa bahan pokok harus diwaspadai mengalami kenaikan harga.

Bupati Tulungagung Maryoto Birowo mengungkapkan, inflasi di Tulungagung pada November lalu berada diangka 0,29 persen atau meningkat dari bulan sebelumnya berada diangka minus 0,21 persen. Meski posisinya masih berada di bawah ambang toleransi, namun pemerintah tetap terus melakukan pemantauan di lapangan utamanya untuk mempertahakan kestabilan stok komoditas pangan.

“Inflasi dalam hitungan yearonyear dan month-to-month harus kita monitor agar penyebab inflasi dapat diidentifikasi. Ketika salah satu faktor diketahui, maka solusinya harus segera dicari,” ungkapnya.

Menurut dia, kondisi perekonomian nasional maupun di daerah masih dalam proses pemulihan setelah deraan pandemi Covid-19. Maka sebisa mungkin inflasi di daerah harus dikendalikan sesuai dengan instruksi yang ada, bahwa jangan sampai terjadi inflasi terlalu tinggi di sebuah daerah.

Langkah yang diambil salah satunya adalah percepatan di bidang pangan. Masyarakat juga menanam kebutuhan pokok yang diperlukan sehingga lahan-lahan teknis yang tersedia bisa dimanfaatkan. Bahkan kini masyarakat Tulungagung dalam momentum panen yang tidak terputus sehingga untuk ketersediaan beras kini bagus.

“Kalau stok beras yang dimiliki mungkin masih aman sampai satu semester kedepan. Karena juga terus bersambung, sebagian petani sudah mulai menanam kembali,” ungkapnya.

“Adanya musim hujan kali ini juga ada plus dan minusnya. Dengan musim hujan merupakan hal baik untuk jenis tanaman padi, namun bagi tanaman lainnya seperti bawang merah maupun bawang putih sedikit kesulitan akan tetapi masih bisa mendatangkan dari luar daerah,” imbuhnya.

Sebentar lagi, masyarakat akan dihadapkan dengan momentum nataru di mana kebutuhan masyarakat akan meningkat. Beberapa bahan pokok harus harus diwaspadai apabila nanti mengalami kenaikan. “Kebutuhan dasar pokok yang diperlukan seperti beras, telur, cabai atau daging bisa saja naik. Kini saja cabai sudah mengalami kenaikan namun tidak signifikan,” tandasnya. (mg1/din)

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.