Semakin Dekat dengan Pembaca

Jelang Pemilu RAB Bawaslu Trenggalek Masih Buntu, Belum Ada Progres Signifikan

TRENGGALEK – Selain ada pemilihan umum (Pemilu) 2024, juga ada pemilihan bupati dan wakil bupati (pilbup). Khususnya pilbup, rencana anggaran biaya (RAB) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Trenggalek masih buntu.

Ketua Bawaslu Trenggalek Ahmad Rokhani mengatakan, RAB Bawaslu senilai Rp 18 miliar (M). Nominal itu merupakan pagu awal supaya fungsi pengawasan dalam pilbup dapat berjalan optimal.
Bawaslu sejauh ini sudah dilibatkan oleh Pemkab Trenggalek untuk merepresentasikan RAB tersebut. Di RAB, kata Rokhani, rencana anggaran adalah untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dan sosialisasi pengawasan partisipatif. “Seperti yang kita ketahui bersama di Pilkada 2020, hasil dari evaluasi kami ada dua. Faktor yang utama pelanggaran ASN,” ucapnya.

Pihaknya mengaku, pelanggaran itu dipicu lantaran masyarakat tidak mendapatkan informasi secara menyeluruh sehingga perlu ada sosialisasi secara masif. Adapun, kedua tentang SDM yang memerlukan peningkatan pemahaman yang lebih, baik dari jajaran pengawas dan rekan-rekan dari saksi parpol. “Kemarin kita temukan dugaaan pelanggaran, sampai akhirnya divonis dan mendapat sanksi. Ternyata di lapangan, mereka tidak mengetahui bahwa perbuatan tersebut melanggar. Ini menjadi catatan kita bersama,” ucapnya.

Sekadar informasi, pada Pilkada 2020 ditemukan salah satu ASN lingkup pemkab yang tidak netral. Itu karena dia kedapatan mengisyaratkan simbol yang mengarah pada salah satu pasangan calon (paslon).
Selanjutnya, kebutuhan SDM Bawaslu dalam pilbup rencananya ada 1.878 orang. Rinciannya, 17 orang (5 ketua dan anggota, 12 sekretariat) di tingkat kabupaten; 154 orang (3 anggota panwaslu kecamatan dan 8 sekretariat per kecamatan) di tingkat kecamatan; panwaslu kelurahan/desa ada 157 orang; dan 1.550 pengawas di masing-masing TPS (estimasi jika masih 4 dapil).

Melalui RAB itu, Rokhani mengakui bahwa belum ada informasi tentang pencairan anggaran pilbup. Namun, ketika melihat rentang waktu, Bawaslu masih akan fokus dengan penyelenggaraan pemilu. “Ini masih jauh (pilbup), tapi tetap kita perlu perencanaan yang matang. Diskusi yang baik agar pelaksanaan bisa maksimal,” tegasnya. (tra/c1/rka)

Leave A Reply

Your email address will not be published.