Semakin Dekat dengan Pembaca

Jembatan Trisula Bakal Dibongkar, Mengapa?

KABUPATEN BLITAR – Tak hanya pemeliharaan, Jembatan Trisula Kademangan kabarnya akan segera dibongkar. Sebab, sarana penghubung tersebut telah melampaui umur teknis. Tak pelak bakal ada pengalihan arus lalu lintas yang melalui jembatan tersebut.

PPK Ruas Jalan Nasional Tulungagung-Blitar-Wlingi Robani mengaku, kini kontrak pelaksanaan pembangunan Jembatan Trisula Kademangan sudah dilakukan. Kemungkinan besar, rekonstruksi jembatan tersebut bakal dibongkar. “Jembatan ini memang menjadi salah satu wilayah tugas kami. Namun, terkait kontrak pembangunannya kali ini dilakukan langsung oleh pusat,” ujarnya kemarin (28/7).

Robani mengatakan, rekonstruksi jembatan tersebut memang patut dilakukan. Sebab, sebagian konstruksi jembatan di bagian bawah banyak yang keropos. Maklum, jembatan itu sudah berusia puluhan tahun, bahkan telah melampaui umur teknis jembatan. “Jadi yang hendak dibongkar dan diperbaiki itu jembatan sebelah barat. Itu memang sudah lama, sudah lebih dari 50 tahun,” katanya.

Sepengetahuan dia, pihak pelaksana bersama tim dari Kementerian PUPR sudah meninjau lokasi. Hal ini tidak hanya untuk kepentingan teknis pembangunan, tetapi juga koordinasi dengan beberapa stakeholder terkait. Misalnya, pihak kepolisian serta pemerintah setempat.

Karena ada pembangunan, secara otomatis bakal ada perubahan lalu lintas di jembatan. Artinya, jembatan sisi timur akan digunakan untuk dua arah. “Kemungkinan sebentar lagi akan ada penutupan. Teman-teman sudah koordinasi dengan polantas untuk masalah pengalihan arus lalu lintas di jembatan ini,” jelasnya.

Beberapa hari ini, ada beberapa pekerja yang sedang mengecat jembatan di sebelah timur. Itu adalah kegiatan pemeliharaan. Menurut Robani, hal ini penting untuk menjaga kontruksi jembatan dari korosi.

Disinggung mengenai besaran anggaran untuk kegiatan pemeliharaan ini, dia mengaku bahwa itu merupakan satu paket dengan beberapa kegiatan lain. Seperti pembangunan drainase ataupun perbaikan jalan mulai Tulungagung hingga Malang. “Pemeliharan dan perbaikan ruas jalan kami itu mulai dari Jepun, Tulungagung sampai Kepanjen, Malang. Total anggarannya tahun ini Rp 8 miliar,” tandasnya. (hai/c1/wen)

Leave A Reply

Your email address will not be published.