Semakin Dekat dengan Pembaca

Jumlah Atlet Membengkak, Atur Jadwal Lebih Rinci, Sarana Latihan Terbatas

KABUPATEN BLITAR – Sampai bulan lalu, jumlah atlet National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Kabupaten Blitar mencapai 72 orang. Jumlah itu dimungkinkan membengkak di awal 2023.

Pasalnya, NPCI mengaku sudah mendapat sokongan dari berbagai pihak. Mulai dari lembaga pemerintahan hingga lembaga sekolah. Hal ini memang jadi angin segar bagi NPCI. Sebab, tahun depan dipastikan jadi tahun yang sibuk bagi lembaga keolahrgaan khsusus atlet difabel ini.

“Kan sudah dilakukan pendataan. Hasilnya, ada sebanyak 11 lembaga SLB di Kabupaten Blitar. Lalu, semuanya kita datangi untuk dilakukan komunikasi. Ternyata, mereka sepakat. Sehingga, kita punya banyak tambahan atlet muda,” ujar koordinator NPCI Kabupaten Blitar, Achmad Sugik.

Jajaran pengurus NPCI pun kudu jeli dalam perumusan jadwal latihan tahun depan. Sebab, tidak mungkin menggelar agenda latihan di satu titik. Sedangkan, ada banyak nomor cabor dan atlet di dalam NPCI.”Selama ini kita berlatih di gedung serbaguna Kelurahan Tawangsari (Kecamatan Garum, Red). Lokasi cukup representatif. Tapi, kalau diisi oleh ratusan atlet dalam satu waktu rasanya kok tidak memungkinkan,” katanya.

Adapun opsi yang dipilih adalah bersurat kepada sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemkab Blitar. Jika dimungkinkan, NPCI berharap OPD bisa memberikan bantuan berupa penyediaan lokasi latihan. “Itu bukannya tidak mungkin. Sebab, opsi itu jadi salah satu yang dipertimbangkan,” tegasnya.

Pekerjaan rumah (PR) selanjutnya adalah merancang jadwal latihan seproporsional mungkin. Tercatat ada sekitar tujuh nomor cabor di bawah naungan NPCI. Diantaranya, voli duduk, atletik, panahan, renang, atletik, dan badminton. “Karena atlet dan cabornya makin banyak. Jadwal juga harus rinci. Tim kami sedang dalam proses pneyusunan. Bulan ini bisa dirapungkan,” jelasnya. (dit/sub)

Leave A Reply

Your email address will not be published.