Semakin Dekat dengan Pembaca

Kabupaten Blitar Jadi Tuan Rumah Pra-PON?

KOTA BLITAR – Moncer di Kejurnas Banten 2022, membuat jajaran Pengurus Kabupaten (Pengkab) Muay Thai Blitar kian sibuk. Sebab, Kabupaten Blitar kini masuk dalam daftar tuan rumah Pra-Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024.

Informasi yang dihimpun, tahap pra alias kualifikasi cabor muay thai bakal dihelat di pertengahan tahun ini. Nah, Pengprov Muay Thai Jatim mendaftarkan wilayah Bumi Penataran sebagai salah satu tuan rumah. “Hal ini masih dibahas di tingkat pengprov. Tapi, kabar itu memang sudah diinformasikan kepada kami,” ujar pelatih kepala Pengkab Muay Thai Blitar, Sugeng Wahyu Widodo.

Tak pelak, jajaran pengkab kini punya banyak pekerjaan rumah (PR). Utamanya soal pemenuhan fasilitas pendukung selama gelaran kualifikasi. Widodo berencana melakukan pembahasan internal di akhir bulan ini. “Lalu, kami juga akan menyampaikan hasil pertemuan itu kepada KONI dan pemkab,” sambungnya.

Bantuan dari para pemangku kebijakan memang sangat dibutuhkan. Pasalnya, anggaran yang dimiliki oleh internal pengkab saat ini sangat terbatas. Sedangkan pencairan anggaran pembinaan tahunan termin pertama baru akan cair pada Maret-April mendatang. “Karena itu, pengprov juga akan coba kami ajak berembuk,” kata dia.

Penunjukkan Kabupaten Blitar sebagai tuan rumah kualifikasi cabor muay thai untuk PON ini bukan tanpa alasan. Di Kejurnas Banten yang digelar tahun lalu lalu, Kabupaten Blitar mengirim enam atlet dari total 23 atlet yang membela Jatim. Hasilnya, masing-masing atlet dari Bumi Penataran mampu menyabet medali.

Sementara itu, total perolehan medali Jatim mencapai 20 medali. Terdiri dari 7 emas, 5 perak, dan 8 perunggu. Dengan hasil ini, Pengprov Muay Thai Jatim menjadi juara umum di Kejurnas Banten 2022.

Bukan hanya atlet, hasil di gelaran kemarin juga membuat pengprov kepincut untuk merekrut jajaran pelatih Kabupaten Blitar. Surat undangan diterima begitu kontingen sampai di Kabupaten Blitar dari gelaran kejurnas Banten.

Sedikitnya, ada dua pelatih yang diproyeksikan untuk memimpin kontingen Jatim jelang PON XXI Aceh-Sumut. “Tapi, kami menolak tawaran tersebut. Karena kami ingin fokus untuk mengembangkan anak-anak di Blitar saja,” tandasnya. (dit/c1/hai)

Leave A Reply

Your email address will not be published.