Semakin Dekat dengan Pembaca

Kades Ngulanwetan Trenggalek Nurkholis Susul Masuk Bui

TRENGGALEK – Kasus dugaan korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Ngulanwetan, Kecamatan Pogalan kembali memanas.

Terbaru setelah penetapan tersangka dan penahanan Parmin bendahara desa beberapa waktu lalu, Jumat (2/12) lalu, giliran sang Kepala Desa (Kades) Nurkholis yang dilakukan penahanan karena ditetapkan sebagai tersangka pada kasus yang mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp 260,742 juta.

Dengan demikian total ada empat tersangka dalam kasus penyelewengan Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2019 tersebut.

Mereka adalah pelaksana kegiatan (PK) Abu Kuswanto (AK) dan Sukadi (S) yang dilakukan penahanan secara bersama, menyusul bendahara desa Parmin dan Kades Nurkholis.

“Untuk prosesnya kami tidak melakukan penangkapan karena semuanya secara kooperatif memenuhi seluruh panggilan,” ungkap Kajari Trenggalek Masnur.

Dia melanjutkan, sedangkan terkait tahapan hukumnya untuk tersangka Parmin bendahara desa statusnya telah dinaikkan sebagai terdakwa dan proses persidangannya telah sampai ke eksepsi.

Sedangkan untuk tersangka Kades Nurkholis, masih dilakukan pemberkasan. Diharapkan proses tersebut bisa segera selesai dilakukan untuk dilimpahkan ke pengadilan.

“Saat ini untuk penahanan keempatnya kami titipkan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Trenggalek,” katanya.

Sedangkan terkait penetapan kedua baru tersebut yakni Kades dan Bendahara Desa Ngulanwetan merupakan hasil pengembangan proses penyidikan terhadap dua tersangka sebelumnya yang merupakan pengelola kegiatan.

Sedangkan kedua tersangka baru terbukti bersalah dalam proses tersebut karena melakukan proses pencairan dana APBDes untuk melakukan kegiatan di tahun 2019 tersebut.

Padahal mereka diduga tahu bahwa kegiatan yang dilakukan tersangka sebelumnya salah. Apalagi dalam proses kegiatan tersebut peran kades sebagai pengguna anggaran (PA).

Karena itu jaksa terus berupaya untuk menyelesaikan proses hukumnya. Apalagi saat ini sudah ada sekitar 20 saksi yang diperiksa terkait perkara tersebut.

“Kami akan terus melakukan pengembangan, ke depan apakah ada tersangka baru atau tidak ditunggu saja hasil penyidikan yang dilakukan,” jelas Masnur.

Seperti diberitakan Abu Kuswanto (AK) dan Sukadi (S) tersangka tersangka penyelewengan anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2019 di Desa Ngulanwetan, Kecamatan Pogalan harus rela menjalani hari-harinya di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Trenggalek. Pasalnya Kejari Trenggalek terus memproses kasus tindak pidana korupsi yang menyangkut mantan dua mantan perangkat desa setempat tersebut.

Hal tersebut berdasarkan hasil penyidikan yang dilakukan jaksa sejak awal Februari lalu. Dari situ tindakan yang dilakukan keduanya diduga bersalah dalam penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) hingga merugikan negara sekitar Rp 260,742 juta.(jaz/rka)

Leave A Reply

Your email address will not be published.