Semakin Dekat dengan Pembaca

Kades Tenggur di Luar Tugas Buka Bengkel Las Bahkan Sering Turun Gali Kubur

TULUNGAGUNG- Pria yang biasa disapa Pak Haji ini masih periode pertama menjabat Kepala Desa Tenggur. Di sela-sela kesibukannya, dia memiliki usaha lain yakni bengkel las. Usaha pengelasan itu sudah berjalan sejak 2008 lalu. Kala itu, Pak Haji baru pulang menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) selama 8 tahun. “Saya sudah menggeluti bidang las ini sejak saya masuk sekolah. Sebelum buka usaha pengelasan, saya menjadi TKI sejak 2000, dan 2008 saya baru buka usaha las ini,” jelasnya.

Selain usaha pengelasan, aktivitas lain di luar tugas kades adalah sering turun menjadi tukang gali kubur. Aksi sosial itu ditekuni H. Zaenal Fanani sejak 2008. Ketika menggali kubur, beliau memiliki peralatan sendiri yang komplet. Bahkan, lampu penerangan yang dipakai untuk menggali di malam hari pun juga punya. Proses penggalian biasanya memakan waktu 1 jam dan menggali kubur bersama 4-5 warga. “Saya melakukan hal ini bukan karena apa-apa, tetapi saya punya prinsip, yakni kemanusiaan,” terangnya.

Sebab, pada saat ada orang meninggal, jika semua orang melayat, siapa yang menggali kubur? Karena itu, lebih cepat kuburan digali dan cepat dikuburkan, hal itu lebih baik. Beliau sudah sering menggali kubur sampai lupa berapa kali menjalaninya. Ada pengalaman unik ketika menggali kubur, yaitu Pak Haji pernah menemukan barang-barang unik dari masa Belanda. “Saya ketika menggali kubur pernah menemukan uang VOC, benda berbahan kuningan, dan benda lainnya dari masa lampau. Sebagai penggali kubur menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri bagi saya,” terangnya. (*/c1/ynu)

Leave A Reply

Your email address will not be published.