Semakin Dekat dengan Pembaca

Kali Kebo, Wisata Nongkrong Pinggir Tebing Lereng Kelud

KABUPATEN BLITAR – Destinasi wisata berkonsep alam makin bermunculan di Kabupaten Blitar. Salah satunya, wisata Kali Kebo yang terletak di Desa Slumbung, Kecamatan Gandusari.

Objek wisata alam tersebut memanfaatkan potensi berupa aliran sungai dari Lereng Gunung Kelud. Pemerintah desa setempat mengembangkan aliran kali tersebut menjadi tempat nongkrong hingga kamping. Namun, wisata tersebut masih perlu pengembangan lebih lanjut demi kenyamanan pengunjung.

Pantauan Koran ini di lokasi pada Sabtu (31/12/2022), objek wisata tersebut ramai dikunjungi masyarakat. Mereka datang dari berbagai wilayah di Blitar. Mayoritas pengunjung datang rombongan, baik naik dengan kendaraan minibus maupun sepeda motor.

Salah satu pengunjung, Bella Saputri mengungkapkan baru kali pertama mengunjungi wisata Kali Kebo tersebut. Dia datang bersama rombongan keluarganya. ”Saya dikasih tahu teman kalau ada wisata baru Kali Kebo. Kemudian coba lihat di media sosial (medsos) kok menarik,” ungkap warga Kecamatan Sutojayan kepada Koran ini.

Penasaran, Bella bersama keluarga langsung berangkat ke objek wisata kali di lereng Gunung Kelud tersebut. Dia mengendari sepeda motor menuju lokasi. “Tiba di sini, suasananya lumayan asri dan sejuk. Tetapi, dekat dengan tebing sehingga khawatir terjadi longsor sewaktu-waktu,” terangnya.

Destinasi wisata Kali Kebo tersebut memang menyuguhkan pemandangan alam aliran lahar Gunung Kelud serta tebing tinggi menjulang di sisi kanan dan kirinya. Tebing tersebut ditumbuhi berbagai pepohonan. Tampak asri dan rindang.

Untuk masuk ke objek wisata, pengunjung ditarik karcis seharga Rp 5 ribu per orang. Objek wisata tersebut berada di antara dua desa, yakni Desa Slumbung dan Desa Semen. Akses menuju ke sana tidak begitu sulit, tetapi sebagian kondisi jalannya rusak. Kendaraan roda empat bisa melintas. Hanya, lebar jalannya cukup untuk satu mobil sehingga harus bergantian.

Pengunjung lain, Amelia mengungkapkan, wisata Kali Kebo memang cocok sebagai tempat refreshing. Selain untuk tempat nongkrong, pengunjung bisa kamping atau bermalam di lokasi. “Namun, yang perlu diwaspadai adalah cuaca. Di sini potensi hujan tinggi sehingga pengunjung juga harus berhati-hati ketika hujan,” ujar perempuan berjilbab ini.

Dia berharap wisata alam seperti Kali Kebo tersebut terus dikembangkan lebih baik. Apalagi ditambah beberapa spot foto di sekitarnya.”Semoga saja di tahun 2023 muncul destinasi wisata alam baru lainnya. Terpenting, akses menuju objek wisata juga harus diperhatikan demi kenyamanan pengunjung,” tandasnya. (sub/c1)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.