Semakin Dekat dengan Pembaca

Kasus Bansos Sukatmi, Belum Terima Audiensi Dinsos Tulungagung

TULUNGAGUNG – Pihak Sukatmi lewat kuasa hukumnya, Nurrohmad Ghani belum menerima undangan untuk audiensi yang dilakukan dinas sosial (dinsos). Padahal rencananya, audiensi bakal dilakukan pada Selasa (30/8) atau hari ini untuk menyelesaikan masalah Sukatmi.

“Kebetulan tadi siang (kemarin, Red) ada petugas yang mengantarkan surat ke kantor saya di Kelurahan Bago. Namun karena saya lagi bertugas di Surabaya, sehingga saya menyuruh karyawan untuk menghubungi petugas kelurahan untuk menerima suratnya,” ujar Nurrohmad Ghani, kemarin (29/8).

Namun surat itu diketahui dari Kelurahan Bago yang tidak lain jawaban dari somasi yang dilayangnya pada Jumat (26/8) lalu. Dia tidak langsung mengetahui isi surat yang dibawa petugas kelurahan, apakah surat jawaban somasi atau undangan audiensi. Kemarin setelah magrib mengkonfirmasi ke karyawannya, ternyata surat jawaban somasi.

Dari jawaban somasi itu, dia mengaku, jika pihak Kelurahan Bago belum bisa menjawab sesuai yang diharapkannya. Dari pihak kelurahan Bago masih menunggu audiensi yang mempertemukan pihak kedua Sukatmi, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), bank dan kecamatan.

“Sesuai somasi yang saya buat. Saya mengultimatum jika dalam 3×24 jam tidak ada solusi yang ditawarkan maka akan dilakukan upaya hukum. Artinya akan kami laporkan ke polisi atau kejaksaan,” terangnya.

Dengan adanya jawaban somasi itu, menandai jika pihak Sukatmi hingga sekarang belum mendapat pemberitahuan adanya audiensi. Sehingga menurutnya membuat lebih lama lagi keluarnya solusi dalam kasus yang dihadapi Sukatmi.

Namun jika besok secara mendadak ada audiensi yang diadakan dinsos, dia akan meminta untuk menunda satu hari. Karena besok pihaknya tidak dapat mendampingi Sukatmi untuk datang ke audiensi. Lantaran terdapat jadwal sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya. “Sebenarnya ini bukan masalah sulit. Hanya masalah prinsip, disebabkan human error,” jelasnya.

Sementara itu, Lurah Bago Agung Sutrimo ketika dikonfirmasi lewat nomor selulernya yang biasa dipakai ada nada dering aktif ketika dihubungi, namun tidak respons. Ketika dihubungi kembali sudah tidak aktif.

Untuk diketahui, Sukatmi pertengahan Agustus ini mengaku terdaftar sebagai penerima Bantuan Sosial Non Tunai (BPNT). Itu setelah dikasih tahu ketua RT setempat dan mengkonfirmasi ke pihak kelurahan. Namun Sukatmi ternyata menerima respons yang kurang menyenangkan dari pihak Kelurahan Bago hingga akhirnya kini telah didampingi kuasa hukum dalam mengawal kasusnya. (jar/din)

Leave A Reply

Your email address will not be published.