Semakin Dekat dengan Pembaca

Kasus Pencabulan Guru Ngaji di Boyolangu Berakhir Damai, Polisi Berdalih Laporan Dicabut

TULUNGAGUNG – Lama tidak ada perkembangan, ternyata kasus dugaan pencabulan oleh guru ngaji di suatu desa di Kecamatan Boyolangu harus berakhir damai. Anehnya, padahal penyidik telah memeriksa sembilan saksi. Namun, pihak korban dengan sadar mencabut laporan kepada Polres Tulungagung.

Kapolres Tulungagung AKBP Handono Subiakto melalui Kasatreskrim Polres Tulungagung AKP Christian Khosasih mengatakan, laporan kasus dugaan pencabulan oleh guru ngaji di Kecamatan Boyolangu telah dicabut oleh pihak korban sejak dua minggu lalu.

Satreskrim tidak menjelaskan penyebab korban mencabut laporan kasus tersebut. “Pencabutan laporan ini juga sesuai Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 8 Tahun 2021, terkait restorasi justice, yang mana ada kesepakatan damai dari korban dan pelaku, serta tidak akan lagi menimbulkan konflik di masyarakat,” tuturnya.

Dia menjelaskan, sejak laporan kasus dugaan pencabulan oleh guru ngaji masuk ke Polres Tulungagung, setidaknya terdapat sembilan saksi yang diperiksa. Sembilan saksi itu merupakan terduga pelaku, korban, keluarga korban, dan teman korban yang juga menjadi anggota ngaji di rumah terduga pelaku.

Dia juga tidak mengetahui apakah hingga kini tempat ngaji tersebut masih beraktivitas atau tidak. Pasalnya itu kembali kepada kebijakan pihak desa, masih memperbolehkan pelaku melakukan aktivitas mengajar atau diberhentikan.  Namun, terduga pelaku juga telah berjanji tidak akan mengulangi perbuatan yang tidak senonoh itu.

“Terduga pelaku guru ngaji itu tetap dalam pengawasan kami. Jika nanti melakukan lagi, tentu akan kami proses lebih tegas. Dalam kasus ini, terduga pelaku patut bersyukur karena pihak korban berniat untuk mencabut laporannya,” terangnya. (jar/c1/din/dfs)

Leave A Reply

Your email address will not be published.