Semakin Dekat dengan Pembaca

Kasus Perampokan Rumdin Wali Kota Blitar, Polisi Dalami Motif hingga Keterlibatan Orang Dalam

KOTA BLITAR – Pekerjaan polisi dalam mengungkap kasus perampokan di rumah dinas (rumdin) wali kota Blitar belum berakhir. Masih ada dua pelaku lain yang belum tertangkap.

Kedua pelaku itu, MA, warga Sumatra, dan OK, warga Jawa Tengah. Polisi telah menetapkan keduanya sebagai buronan alias DPO (daftar pencarian orang). Polisi sedang memburu kedua pelaku yang belum tertangkap tersebut.

Kapolres Blitar Kota AKBP Argo Wiyono mengungkapkan, Satreskrim Polres Blitar Kota bersama tim Jatanras Polda Jatim terus bergerak memburu dua pelaku yang kini buron. Saat ini, polisi sudah mengantongi identitas dan mendeteksi keberadaan mereka. ”Semoga kedua pelaku lain segera tertangkap. Terima kasih kepada masyarakat Kota Blitar dan pihak-pihak terkait, yang sudah membantu doa sehingga kasus ini bisa terungkap,” ungkapnya kepada koran ini, kemarin (13/1).

Dikatakan Argo, meski sudah menangkap tiga pelaku, termasuk otak perampokannya, tugas kepolisian belum berhenti. Saat ini, penyidik masih mendalami berbagai dugaan yang muncul. Salah satunya mengenai alasan para pelaku mengincar rumdin wali kota Blitar sebagai sasaran perampokan. Apalagi dalam pengakuannya saat rilis di Polda Jatim, Kamis (12/1) lalu, para residivis spesialis perampokan itu baru pertama kali beraksi di rumdin wali kota. Ada hal aneh, yakni aksi perampokan di rumdin wali kota Blitar itu direncanakan saat mereka masih mendekam di Lapas Sragen. Pertanyaan yang muncul, mengapa rumdin wali kota Blitar menjadi sasaran. “Nah, itu juga yang sedang didalami oleh penyidik. Yang pasti, saat di lapas mereka (para pelaku), ini berada di satu blok. Tetapi kasusnya berbeda-beda,” terangnya.

Alasan serta motif itulah yang kini sedang didalami oleh penyidik Polda Jatim. Sementara ini, motif yang terungkap adalah ekonomi. “Komplotan perampok ini sedang butuh uang. Sementara motif itu berdasarkan keterangan pelaku. Namun, motif ini terus digali. Kami sesuaikan dengan keterangan saksi-saksi dan bukti-bukti,” ungkapnya.

Disinggung mengenai adanya orang dalam yang terlibat, polisi masih terus mendalaminya. Apakah memang ada keterlibatan orang dalam atau tidak. Pasalnya, para pelaku ini paham tentang seluk beluk kondisi rumdin wali kota Blitar, meski baru pertama kali beraksi. “Itu sedang didalami juga. Yang pasti, seminggu sebelum beraksi, mereka ini sudah menggambar situasi lokasi sasaran,” katanya.

Akibat perbuatannya, ketiga pelaku itu dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan alias curas. Para pelaku terancam dipidana penjara maksimal 12 tahun penjara. Kini, ketiga pelaku mendekam di Polda Jatim untuk pengembangan penyidikan lebih lanjut.

Diberitakan sebelumnya, rumdin wali kota Blitar menjadi sasaran perampokan pada 12 Desember 2022 lalu. Pelaku berjumlah lima orang menyekap wali kota, istri, beserta tiga petugas banpol. Mereka pun tidak berkutik.

Komplotan perampok itu berhasil menggondol uang ratusan juta rupiah beserta perhiasan. Butuh sekitar sebulan kasus perampokan itu berhasil terungkap. Saat ini, sudah tiga orang dari lima pelaku yang ditangkap. Masih ada dua pelaku lain yang buron. (sub)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.