Semakin Dekat dengan Pembaca

Kasus Perceraian di Trenggalek Tembus Seribu Lebih, Tiap Hari Muncul Empat Janda Baru

KOTA, Radar Trenggalek – Pengadilan Agama (PA) Trenggalek merilis sebanyak 1.558 kasus perceraian yang mencapai putusan pada 2022. Dari data itu, diakumulasikan muncul empat janda baru setiap harinya. Dari sekian banyak kasus perceraian tersebut, cerai gugat masih mendominasi. Untuk tahun 2022, ada 1150 kasus cerai gugat. Sementara cerai talak hanya 408 perkara. “Untuk tahun 2022, PA Trenggalek menerima 1.697 permohonan perkara. Sementara perkara yang sudah diputuskan berjumlah 1.558 perkara,” terang Panitera Muda Hukum PA Trenggalek, Jimmy Jannatino.

Diterangkan Jimmy, angka perceraian 2022 menurun jika dibanding tahun 2021. Di tahun 2021, PA Trenggalek memutuskan 1.676 perkara perceraian, dengan total pengajuan 1.860 kasus. “Ada banyak faktor kenapa pengadilan agama tidak memutuskan perkara. Seperti rujuk kembali, atau perkara yang di ajukan tidak memenuhi persyaratan,” tambahnya.

Menurut Jimmy, menurunnya angka perceraian di Trenggalek disebabkan kesadaran masyarakat itu sendiri. Pasalnya, sebuah perceraian bisa saja terjadi akibat emosi sesaat. “Mungkin karena masyarakat sekarang sudah mengetahui jika menjalani persidangan itu tidak mudah. Terus mengurus harta gono-gini juga tidak gampang, perlu beberapa kali sidang, dan sebagainya,” tambahnya.

Terakhir, Jimmy menyebut ada berbagai faktor yang menyebabkan terjadinya perceraian. Menurutnya, mayoritas perceraian di Trenggalek disebabkan persoalan ekonomi. Sementara diurutan kedua ada perselisihan atau pertengkaran secara terus-menerus.”Faktor ekonomi mendominasi pasangan suami istri melakukan perceraian. Sedikitnya ada 759 pasangan suami istri yang bercerai dengan alasan ekonomi. Sementara faktor pertengkaran menduduki nomor urut kedua dengan jumlah kasus mencapai 455,” pungkasnya. (tra/c1/rka)

Leave A Reply

Your email address will not be published.