Semakin Dekat dengan Pembaca

Keberlangsungan Rekrutmen PPPK Nakes Tulungagung Masih Abu-Abu

TULUNGAGUNG-Pelaksanaan perekrutan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tenaga Kesehatan (nakes) masih belum jelas keberlangsungannya. Pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung telah melakukan pendataan nakes PNS dan non-PNS serta kebutuhannya. Namun, kelanjutan dari data tersebut masih abu-abu.

Kepala Dinkes Tulungagung Kasil Rokhmad mengatakan, telah melakukan tahap pendataan seluruh nakes, baik PNS maupun non-PNS di Tulungagung. Namun, pihaknya masih belum mengetahui kelanjutan dari pendataan itu akan seperti apa. “Jadi, kita ini masih disuruh mendata melalui aplikasi yang dari Kementerian Kesehatan, untuk mendata semua yang non-PNS. Nanti formatnya bagaimana masih belum tahu,” jelasnya kemarin (30/11).

Di sisi lain, sistem puskesmas sekarang ini telah menggunakan sistem badan layanan umum (BLU). Pengangkatan pegawai atau nakes tersebut sudah menjadi ranahnya BLU. Namun, dari pendataan tersebut, pihaknya masih belum mengetahui apakah akan berujung pada pengangkatan PPPK atau tidak. “Entah nanti bentuknya kontrak atau apa, PPPK itu juga kontrak. Jadi, nanti akan menunggu instruksi, bagaimana ke depannya. Kalau datanya sudah, kita persiapkan,” ucapnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah total nakes di Tulungagung 6 ribu orang. Kemudian,  nekes dengan status PNS ada 3 ribu orang dan yang non-PNS ada sekitar 3 ribuan orang.

Menurut dia, tenaga kerja non-PNS lebih dominan dari PNS. “Itu semua data dari fasilitas kesehatan negeri dan swasta. Kalau kebutuhan nakes yang bisa kita hitung dari faskes di bawah pemerintah, datanya saya lupa,” paparnya.

Disinggung perihal pemenuhan tenaga kesehatan di RSUD Campurdarat, dia mengaku bahwasanya direktur rumah sakit tersebut telah melayangkan surat ke Bupati Tulungagung mengenai kurangnya  nakes di RSUD Campurdarat. Tinggal menunggu apakah kekurangan tersebut akan dicukupi RSUD Campurdarat atau akan ditutup dengan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). “Tetapi sebenarnya di RSUD Campurdarat sudah ada pos anggarannya di sana. Hanya, jumlahnya apakah memenuhi dengan jumlah yang dibutuhkan atau tidak. Kemarin itu sebenarnya sudah perekrutan PNS di sana, tapi secara jumlah juga masih kurang termasuk dokter spesialisnya masih kurang,” tutupnya. (mg2/c1/din)

Leave A Reply

Your email address will not be published.