Semakin Dekat dengan Pembaca

Kegiatan RT KEREN Harus Berdampak Positif, Sesuai Arah Pembangunan Daerah Kota Blitar

KOTA BLITAR – Manfaat dari program RT KEREN harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Di samping itu, kegiatan yang dilaksanakan juga harus sinkron dengan program pembangunan daerah.

Kelompok masyarakat (pokmas) harus melaksanakan kegiatan yang memiliki dampak secara langsung terhadap masyarakat. Baik itu kegiatan fisik maupun nonfisik. Di antaranya, pembangunan saluran, penataan kawasan kumuh, hingga pelatihan. “Jadi, bukan bangun gapura. Itu kan tampilan saja. Apalagi, banyak yang ikut-ikutan,” kata Ketua Komisi I DPRD Kota Blitar Nuhan Eko Wahyudi kepada koran ini, kemarin (11/1).

Penggunaan dana RT KEREN harus optimal. Hasil dari kegiatan benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat. “Selain itu juga, jangan asal melaksanakan kegiatan termasuk membangun sesuatu. Pokmas harus bisa mempertimbangkan beberapa aspek kebermanfaatan serta menyesuaikan dengan program pembangunan pemerintah kota (Pemkot) Blitar,” terangnya.

Seperti membangun gapura, lanjut dia, masyarakat jangan asal-asalan. Niatnya memang baik, yakni mempercantik akses masuk ke lingkungan. Namun, itu justru mempersempit akses atau jalan.

Maka dari itu, pokmas maupun pendamping harus diberikan arahan dalam pelaksanaan program RT KEREN. Pemkot harus menentukan hal-hal apa saja yang boleh dan tidak boleh dikerjakan. “Kalau perlu, antar-RW ada sinkronisasi kegiatan. Sebab, tidak semua RT bisa melaksanakan kegiatan yang sama. Intinya, kegiatannya saling mendukung,” ujar politikus PPP ini.

Terpisah, Kabag Tata Pemerintahan Setda Kota Blitar Paminto mengungkapkan, pelaksanaan kegiatan pada program RT KEREN tahun ini bakal lebih spesifik. Artinya, kegiatan yang dilaksanakan harus sesuai dengan arah program pembangunan Pemkot Blitar. “Misalnya, penuntasan kawasan kumuh, pembangunan saluran irigasi mencegah banjir, hingga pelatihan produk tertentu,” terangnya.

Pihaknya juga sedang mempersiapkan sejumlah pendamping untuk mendampingi pokmas selama melaksanakan kegiatan program RT KEREN. Pemkot melakukan seleksi pendamping kembali. Tahun ini jumlah pendamping bertambah menjadi 53 orang. Terdiri dari 38 pendamping kegiatan non fisik dan 15 pendamping fisik.

Sebelumnya, jumlah tenaga pendamping ada sebanyak 38 orang. Berdasarkan hasil evaluasi, jumlah tenaga pendamping yang ada tidak sebanding dengan jumlah RT yang mencapai lebih dari 500 RT. Hal itu membuat beban pekerjaan pendamping makin berat. (sub/c1)

Leave A Reply

Your email address will not be published.