Semakin Dekat dengan Pembaca

Kejari Pelototi Kasus Karangnongko

KOTA BLITAR – Silang sengkarut kasus lahan bekas perkebunan Karangnongko di Desa Modangan, Kecamatan Nglegok, ternyata juga dalam pantauan Korps Adhyaksa. Kini masih dalam tahap pengumpulan dokumen dan alat bukti.

“Kami sudah memerintahkan Pak Kasintel untuk mempelajari semua dokumen dengan detail berkaitan masalah tanah di sana, (bekas perkebunan Karangnongko, Red),” ujar Kajari Blitar Erry Pudyanto Marwantono.

Menurut dia, telaah dan penilitian dalam proses pengungkapan kasus hukum penting. Kendati begitu, pihaknya meyakinkan akan melakukan tindakan tegas jika dalam peristiwa tersebut terdapat tindak pidana korupsi. “(Dari telaah dan penelitian, Red) akan kami tentukan, ada tindak pidana atau tidak. Jika ada tindak pidana, apakah itu korupsi atau bukan. Kalau itu ada korupsi, saya sudah perintahkan ke Pak Kasintel untuk dilakukan pendindakan,” katanya.

Sebaliknya, lanjut dia, jika ada tindak pidana lain, Kejari Blitar akan melimpahkan atau mengembalikan kasus tersebut kepada instansi yang berwenang. Yakni, kepolisian. Maklum, kewenangan penanganan perkara yang dimikiki kejaksaan relatif terbatas. Rangkaian penyelidikan hanya bisa dilakukan untuk perkara tertentu, salah satunya dugaan tindak pindana korupsi.

Kasus pertanahan, utamanya mafia tanah menjadi salah satu poin perhatian kejaksaan. Erry berharap para pihak terkait dengan masalah tanah teliti dan berhati-hati dalam mengambil keputusan. Tak terkecuali instansi pemerintahan termasuk Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan pemerintah daerah. “Persoalan pertanahan itu harus diselesaikan dengan baik dan cermat. Tentu juga harus didasari dengan alat bukti yang ada,” tegas dia.

Erry juga mengetahui, kini kasus lahan bekas perkebunan Karangnongko kini masih berproses di PTUN. Ini juga yang menjadi alasan hingga kini belum terlihat action Kejari Blitar atas polemik yang terjadi di wilayah Kecamatan Nglegok tersebut. “Jadi kami tunggu dulu, kalau nanti arahnya ada tindak pidana korupsi tentu akan kami lakukan penindakan,” tandasnya.

Untuk diketahui, kini rangkaian persidangan di PTUN masih terus berlangsung. Kemarin (25/10), agenda sidang masih seputar pembuktian surat dari para pihak dan saksi dari tergugat. (hai/c1/wen)

Leave A Reply

Your email address will not be published.