Semakin Dekat dengan Pembaca

Kelompok LSL Dominasi Kasus HIV

KOTA BLITAR – Antisipasi penyebaran penyakit HIV tetap harus dilakukan. Terutama kepada kelompok yang berisiko tinggi terhadap penularan. Salah satunya pada kelompok lelaki seks lelaki (LSL).

Administrator Kesehatan Ahli Muda Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar, Trianang Setyawan mengatakan, LSL merupakan kelompok yang rentan terserang virus HIV. Sebab, hubungan seksual yang dilakukan tidak wajar, yakni secara anal maupun oral. “Pada hubungan seksual tersebut menyebabkan perlindungan selaput lebih rentan rusak,” ujarnya kepada Koran ini, kemarin (20/1).

Pada hubungan seksual LSL, jelas dia, virus HIV dapat menular melalui cairan kelamin ke dinding anus atau dubur yang rusak. Akibatnya, kasus pada hubungan LSL lebih rentan terjadi. Data dinkes menyebut, pengidap HIV pada LSL tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya.

Pada 2021, jumlah pengidap HIV hanya 11 orang, sedangkan pada 2022 mencapai 23 orang. Temuan ini berdasarkan data dari fasilitas kesehatan (faskes) di Kota Blitar. “Sebenarnya pada 2022 hanya 6 warga Kota Blitar yang mengidap HIV akibat LSL,” terangnya.

Meningkatnya temuan kasus HIV terhadap LSL perlu menjadi perhatian khusus. Sebab, temuan yang terdata ini belum tentu menyeluruh. “Biasanya masih ada pengidap HIV yang tidak berani ke faskes setempat,” kata pria berkacamata ini.

Menurutnya, kasus ini seperti fenomena gunung es. Artinya, data kasus hanya dari fenomena yang terlihat serta masih ada kasus yang tidak terdata. Dinkes memperkirakan jumlah kasus yang belum terdata dimungkinkan lebih besar.

Trianang mengimbau agar masyarakat juga berpartisipasi dalam meminimalisasi penyebaran virus HIV. Sebagian besar kasus ini terjadi karena perilaku tiap individu. Sebaiknya, masyarakat juga turut melakukan konseling mengenai tindakan yang akan dilakukan. (mg1/c1/sub)

Leave A Reply

Your email address will not be published.