Semakin Dekat dengan Pembaca

Keni Juraida Rajin Berinovasi

KOTA BLITAR – Berawal dari coba-coba membuat hadiah saat sahabat karibnya menikah, Keni Juraida, 24, justru sukses membangun ekonomi kreatif. Usaha buket yang dia rintis sejak 2019 lalu kian populer. Bahkan, kerap kebanjiran pesanan saat perayaan hari besar ataupun momen wisuda.

Ditemui di kediamannya di Jalan Dieng, Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, terpampang rak sederhana dipadati bahan produksi buket. Dia pun tampak sibuk menuntaskan pesanan. Jarinya juga terampil menyusun hiasan agar tampak indah. Sesekali pernak-pernik dicopot, dipindah ke sisi lainnya. Itu demi hasil yang memuaskan.

Nah, di rak itu pula, tersusun pesanan yang sudah jadi dengan model bervariasi. Misalnya, berbentuk bunga dengan ikon boneka, hingga makanan ringan berbagai merek. Ada pula buket berbentuk tabung dengan hiasan lampu yang terkesan mewah. Padahal, bahan yang digunakan tergolong sederhana.

“Bentuknya buket tangan, tabung pakai lampu, dan lain sebagainya. Menyesuaikan pembeli request bagaimana. Minimal pesan H-3,” ujar Keni, sapaan akrabnya.

Pembuatan buket ini membutuhkan kesabaran. Sebab, banyak model yang perlu dipelajari. Estimasi waktu yang dibutuhkan saat proses produksi sekitar 15 menit hingga 1 jam. Bahan-bahan yang dibutuhkan pun cukup sederhana. Untuk buket tangan berbentuk bunga, membutuhkan kertas selofan sebagai hiasan terluar. Lalu, sterofoam untuk menancapkan hadiah utama. Sebagai pemanis, pernak-pernik pun ditambahkan sesuai nuansa buket.

Dia menambahkan, tak sedikit perajin yang menekuni bisnis hadiah berbahan baku kertas hias ini. Jumlahnya pun terlampau banyak jika dicari di media sosial. Salah satu upaya untuk tetap menuai hasil manis, yakni terus berinovasi menyusun model baru. Ini merupakan kiat yang dia terapkan tiap waktu.

“Model-modelnya cukup menantang. Karena banyak banget. Orang gampang bosan, nah kita harus pintar cari referensi,” terangnya.

Ibu satu anak ini mengaku, pesanan mulai membanjiri saat Natal dan Tahun Baru, dari lokal maupun luar provinsi. Praktis, momen itu menjadi kesempatan meraup cuan. Persiapan yang dilakukan, yakni membeli hiasan identik dengan Natal. Seperti pohon Natal mini, lonceng, hingga boneka Sinterklas. “Tahun ini sudah puluhan yang pesan. Ada dari Kalimantan juga, mulai kami kerjakan,” jelas sosok kreatif ini.

Harga buket bervariasi, tergantung tingkat kerumitan. Mulai dari Rp 30 ribu hingga menyesuaikan model dan bahan yang diperlukan. Melalui bisnis modern ini, dia bisa meraih omzet Rp 5 juta hingga Rp 10 juta per bulan. “Ke depan ingin terus berkembang dan memuaskan pembeli,” tandasnya. (luk/c1/wen)

Leave A Reply

Your email address will not be published.