Semakin Dekat dengan Pembaca

Kesal Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Desa Papungan, Kabupaten Blitar Tanam Pohon Pisang di Jalan

KABUPATEN BLITAR – Puluhan pohon pisang tertanam di sepanjang ruas jalan Dusun Gajah, Desa Papungan, Kecamatan Kanigoro.Warga terpaksa menanam pisang di tengah jalan karena jalan rusak tersebut tak kunjung diperbaiki. Ada sekitar 1 kilometer ruas jalan rusak yang kini dihiasi tanaman pohon pisang.

Warga setempat, Suyanto mengatakan, jalan berlubang di ruas jalan tersebut sangat banyak. Tidak hanya lebar, tetapi juga memiliki kedalaman hingga 10 sentimeter (cm). “Jalan berlubang ini rawan memicu terjadi kecelakaan. Apalagi saat hujan, jalan lubang tidak terlihat,” ujarnya kepada koran ini kemarin (8/1).

Dia mengungkapkan, jalan tersebut sudah rusak sejak 3-4 tahun lalu. Namun, hingga sekarang belum pernah ada perbaikan dari pemerintah. “Padahal ini jalan utama, jalan lain sudah banyak yang diperbaiki,” papar pria 48 tahun ini.

Hal senada disampaikan Mesrikah. Menurutnya, kepala desa setempat kurang memperhatikan ruas jalan tersebut. Akibatnya, kerusakan semakin parah lantaran tidak segera diperbaiki. “Jalan di tempat lain sudah sering diperbaiki, tapi di sini tidak pernah sama sekali,” katanya.

Dia menyebutkan, pemuda desa sering komplain dan menunjukkan kondisi jalan yang rusak parah tersebut. Sayangnya, hingga kini belum ada respons. “Tulisan di pohon pisang itu sengaja dibuat oleh pemuda Dusun Gajah ini agar menjadi sorotan dan pemerintah segera memperbaiki jalan,” jelas perempuan 51 tahun tersebut.

Mesrikah mengaku geram saat ruas jalan desa lain sudah banyak yang diperbaiki berkali-kali. Sementara hanya dusunnya yang belum pernah mendapatkan perhatian. “Padahal, ini jalan utama Dusun Gajah, Desa Papungan. Apalagi sekarang sudah mendekati hari raya, tapi jalan masih tetap rusak,” keluhnya.

Di sisi lain, Ketua RT 2 RW 1 Desa Papungan, Kecamatan Kanigoro, Aris Sutekno mengatakan, jalan yang ditanami pohon pisang ini kurang lebih sepanjang 1 kilometer. Penanaman pohon pisang di sepanjang jalan ini aktualisasi dari keluh kesah warga. Awalnya, dia hanya menginisiasi warga untuk memberikan tanda sebagai rambu jalan. Sebab, akhir waktu ini sering hujan dan banyak jalan yang berlubang. “Kami mengantisipasi terjadinya kecelakaan dan pengguna jalan bisa lebih hati-hati, terutama bagi mereka yang jarang melintas di jalan ini,” jelas pria 31 tahun ini.

Dia mengaku tidak berencana menanam pohon pisang yang dilengkapi dengan tulisan. Namun, karena warga setempat sudah geram, Aris tidak berdaya membendung keinginan warga yang ingin menanam pohon pisang yang tepat di tengah jalan tersebut. “Sebenarnya tidak harus menanam pisang. Tapi, karena warga meluapkan kekesalannya, mereka banyak yang menanam pisang hingga memberikan tulisan di sepanjang pohon,” jelasnya.

Aris menyebutkan, meskipun berada di perbatasan daerah, tetapi ruas jalan tersebut adalah kawasan ramai. Saat pagi hari ramai anak berangkat sekolah dan orang kerja, sedangkan untuk malam hari ramai anak berangkat diniyah. “Selain saat hujan, kami juga khawatir saat anak berangkat sekolah, apalagi sekarang anak SMP sudah banyak yang naik motor,” tandasnya. (mg1/c1/hai)

Leave A Reply

Your email address will not be published.