Semakin Dekat dengan Pembaca

Khofifah-Rini Sambangi Keluarga Korban Laka Truk

KABUPATEN BLITAR – Tragedi tergulingnya truk bermuatan tebu di Sungai Kedung Cening, Kecamatan Bakung, beberapa waktu lalu, menjadi perhatian Pemkab Blitar hingga Pemprov Jatim. Sebagai bentuk belasungkawa, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Blitar Rini Syarifah, melayat ke kediaman Rianto dan Ubaid Khoiri Machpud, bapak-anak yang meninggal dunia dalam tragedi tersebut.

Hadir bersama sejumlah pejabat terkait di lingkup Pemprov Jatim, Khofifah dan Mak Rini tiba di rumah duka pada Kamis (27/10) malam. Tepatnya di Desa Tumpakoyot, Kecamatan Bakung. Kedua pimpinan itu ditemui pihak keluarga dan pemerintah desa setempat.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan rasa duka mendalam kepada para korban. Dia juga menyayangkan tragedi ini bisa terjadi. Untuk itu, dia berharap agar keluarga korban bisa tabah dan bisa menerima hal ini sebagai musibah. “Kami sangat berduka. Dan kami ingin menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya bagi keluarga yang ditinggalkan,” ungkapnya.

Wanita berjilbab itu berharap kejadian ini adalah kali terakhir. Lalu, dia juga meminta masyarakat agar menjadikan tragedi ini sebagai bahan pembelajaran bagi seluruh pihak. Pasalnya, luapan air sungai sering kali terjadi pada musim penghujan seperti sekarang. “Sudah ada warning dari BMKG. Yaitu, potensi munculnya bencana cuaca esktrem dan bencana hidrometeorologi,” tegasnya.

Guna mengantisipasi kejadian serupa terulang, pemprov bakal melakukan percepatan pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah. Termasuk perbaikan ruas jalan dan sabo dam yang selama ini menjadi penghubung kegiatan ekonomi masyarakat.

“Satu dari lima hal yang jadi program pembangunan nasional adalah percepatan infrastruktur. Tadi saya juga sudah bertanya kepada pemerintah desa. Mana yang mau diprioritaskan dalam pembangunan infrastrukturnya,” bebernya.

Insiden yang merenggut empat nyawa itu turut mendapat perhatian serius dari Bupati Rini Syarifah. Pihaknya mengaku prihatin dengan peristiwa maut tersebut. Terlebih, korban tewas merupakan bapak-anak yang sedang dalam perjalanan bekerja. Keluarga pun diminta tabah dan terus memanjatkan doa.

BELA SUNGKAWA: Gubernur Khofifah Indar Parawansa (kiri) dan Bupati Rini Syarifah (kanan) menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban insiden truk terseret banjir di Kecamatan Bakung (27/10). (ADITYA YUDA SETYA PUTRA/RADAR BLITAR)

“Ini musibah, kami harap semua keluarga korban sabar dengan kepergian almarhum. Semoga dengan iringan doa bisa membawa ketenangan,” ungkapnya.

Dalam kunjungannya bersama gubernur, Mak Rini turut menyalurkan sejumlah bantuan sembako dan uang tunai untuk keluarga korban. Dukungan moral pun tak henti dia berikan agar psikis keluarga lebih membaik.

Masyarakat Bumi Penataran, kata dia, harus meningkatkan kewaspadaan terkait potensi bencana hidrometeorologi. Seperti banjir, angin puting beliung, hingga banjir yang belakangan ini marak terjadi. Pihaknya juga mengimbau, warga Desa Plandirejo dan Desa Tumpak Oyot dapat meminimalkan mobilitas melewati sabo dam Sungai Golo Kedung Cenit. Itu sebagai antisipasi musibah, mengingat debit air bisa meluap saat musim penghujan. Secepatnya, pihaknya bakal berkoordinasi dengan perangkat desa untuk rencana perbaikan sabo dam tersebut.

“Ini bencana di musim hujan. Waspada bencana lainnya. Sementara saat musim hujan begini, jangan turun ke jalan, takutnya air tiba-tiba datang,” tandasnya. (luk/c1/wen)

Leave A Reply

Your email address will not be published.