Semakin Dekat dengan Pembaca

Komisi I DPRD Minta Manfaatkan Kembali Aset Bangunan Pemkot Blitar yang Mangkrak

KOTA BLITAR – Sejumlah aset bangunan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar yang mangkrak perlu dimanfaatkan. Jangan sampai bangunan terbengkalai.

Padahal, aset bangunan juga memiliki potensi pendapatan. Bisa dari biaya sewa maupun pajak. “Kami mendorong Pemkot Blitar untuk memanfaatkan kembali aset bangunan yang kini sudah tak lagi difungsikan. Pemanfaatanya bisa melalui sistem sewa,” kata Ketua Komisi I DPRD Kota Blitar Nuhan Eko Wahyudi, kemarin (10/1).

Menurutnya, aset-aset bangunan yang terbengkalai bisa didata kembali. Pendataan dilakukan untuk mengetahui aset bangunan mana saja yang bisa difungsikan kembali. “Misalnya, aset bangunan bekas kantor Kelurahan Gedog. Itu kan sudah tidak terpakai lagi, mungkin bisa disewakan atau dimanfaatkan untuk keperluan lainnya,” ujar politikus PPP ini.

Pemkot, lanjut dia, bisa menyewakan aset tersebut ke pihak lain atau masyarakat. Tentunya dilandasi dengan kesepakatan antara kedua belah pihak yang telah diatur sesuai peraturan yang berlaku. Jangan sampai tanpa ada kesepakatan sehingga rawan terjadi konflik di kemudian hari.

Tak hanya aset bangunan bekas kantor kelurahan, pemkot juga bisa memanfaatkan aset gedung kesenian untuk keperluan lain. Ketika gedung kesenian jarang difungsikan untuk kegiatan seni, pemkot bisa memanfaatkanya untuk acara pernikahan dan lain sebagainya. “Peluang semacam itu harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Intinya, optimalisasi aset bangunan yang mangkrak meski beralih fungsi,” ujar Nuhan.

Pemkot bisa menggunakan sistem sewa dalam pemanfaatannya. Tarif sewanya ditentukan oleh Pemkot Biltar. “Yang pasti, tarifnya jangan disamaratakan. Misalnya, gedung kesenian itu tarif sewanya bisa Rp 5 juta per hari, sedangkan Gedung Patria Rp 1 juta per harinya. Melihat desain bangunan dan kapasitas juga,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Blitar Widodo Saptono Johannes mengatakan, pemkot terus berupaya untuk memanfaatkan aset bangunan yang kini terbengkalai. Termasuk aset bangunan yang jarang difungsikan. “Seperti Gedung Kesenian Aryo Blitar, itu juga kami sewakan untuk keperluan pernikahan. Ini juga dalam rangka optimaliasi pendapatan daerah,” ungkapnya.

Selain itu, pemkot juga berencana menyulap Gedung Graha Patria untuk Mal Pelayanan Publik (MPP). Gedung tersebut bakal direnovasi besar-besaran dengan anggaran miliaran rupiah. Selama ini, gedung yang berada di Jalan Cokroaminoto itu disewakan untuk acara pernikahan serta bazaar atau pameran buku. (sub/c1)

Leave A Reply

Your email address will not be published.