Semakin Dekat dengan Pembaca

Kondisi Hewan Langka Kukang Dievakuasi Tim DamkarTrenggalek, Mata Kiri Infeksi

TRENGGALEK- Pemandangan berbeda terlihat di halaman teras kantor Satpol PPK Trenggalek kemarin (2/1). Benar saja, pada Minggu (1/1) kemarin, petugas mendapatkan koleksi peliharaan baru. Itu bukan ular jenis piton atau king kobra yang biasa ditangkap, tetapi hewan jenis kukang yang merupakan salah satu satwa dilindungi. Karena itu, petugas yang berjaga berhati-hati dalam proses merawatnya.

Itu terlihat kendati hewan yang diletakkan dalam kandang besi berukuran sekitar satu kali setengah meter tersebut malu-malu, tetapi petugas dengan senang hati mengganti air minumnya dan memberikannya makanan. Sementara ini, makanan yang diberikan berupa buah apel, tak ayal dengan makanan di depan secara perlahan kukang langsung memakannya. “Proses evakuasi kukang ini membuat kami kaget. Bukan karena keganasannya, melainkan ternyata ada hewan langka berkeliaran di sekitar rumah warga,” ungkap Kepala Satpol PPK Trenggalek St. Triadi Atmono.

Namun, ketika melakukan proses evakuasi, petugas tidak tega lantaran mata kukang sebelah kiri sepertinya tidak sehat. Terlihat rabun layaknya orang terkena katarak. Karena itu, setelah berhasil mengevakuasinya, petugas langsung menghubungi Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Madiun untuk penanganan lebih lanjut. Sebab, yang berhak melakukan pemeliharaan untuk jenis hewan dilindungi tersebut adalah BKSDA. “Mungkin Kamis (besok), tim dari BKSDA Madiun akan ke sini, dan kukang ini akan kami serahkan,” katanya.

Penemuan hewan primata tersebut bermula dari laporan warga di Desa Senden, Kecamatan Kampak, pada Minggu (1/1) sore kemarin. Saat itu, pemilik rumah, Nur Kholis melaporkan adanya hewan yang berkeliaran di atap rumahnya. Mendapati laporan tersebut, petugas damkar akhirnya diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi. Petugas menggunakan tangga untuk menjangkau atap lantai dua. Proses evakuasi berjalan dengan lancar karena kukang merupakan jenis hewan pemalu yang jalannya lambat sekali.

Proses evakuasi memakan waktu sekitar satu jam lantaran butuh kehati-hatian petugas. “Selain dengan BKSDA, kami telah berkoordinasi dengan dokter hewan untuk memeriksa mata kukang sebelah kiri yang terlihat sakit,” jelas Triadi.

Dari situ, sore hari sekitar pukul 15.30, dokter hewan dari Dinas Peternakan (Disnak) Trenggalek datang ke kantor Satpol PPK Trenggalek. Setelah itu, sang dokter hewan memeriksa kondisi kukang yang saat itu diketahui secara keseluruhan dalam kondisi sehat. “Secara umum kondisi kukang cukup baik, tapi mata kirinya bermasalah karena ada infeksi,” imbuh drh M. Lukki Yahya.

Dimungkinkan, hal tersebut terjadi lantaran luka pada mata sebelah kiri kukang karena sesuatu hal yang mengakibatkan luka tersebut bengkak hingga infeksi. Untuk itu, ke depan secara perlahan akan dilakukan pendekatan guna pengobatan lebih lanjut. Sebab, sementara ini kukang terlihat masih liar. “Pastinya mata kiri kukang masih terasa perih akibat infeksi itu. Jadi, terlebih dahulu kami akan memberikan pengobatan ringan agar tidak terasa perih,” cetusnya.(*/c1/rka)

Leave A Reply

Your email address will not be published.