Semakin Dekat dengan Pembaca

Kondisi Pasca Banjir Trenggalek, Roda Pelayanan Masih Lumpuh

TRENGGALEK – Pelayanan di RSUD dr Soedomo Trenggalek hingga kemarin (19/10) masih terganggu. Pasalnya, warga rumah sakit pelat merah tersebut dibantu satpol PPK dan relawan masih fokus untuk pembersihan material lumpur akibat banjir Selasa (18/10) lalu.

Itu terlihat sejak pagi hari petugas gabungan masih membersihkan lantai satu gedung utama tempat pelayanan dan poli. Proses pelayanam rawat jalan untuk sementara ini masih ditutup bagi pasien baru. “Pembersihan material akibat banjir terus kami lakukan semaksimal mungkin. Sampai hari ini (kemarin, Red) pembersihan masih sekitar 40 persen,” ungkap Humas RSUD dr Soedomo Trenggalek Sujiono.

Dia melanjutkan, hari ini (20/10) proses pembersihan harus dilakukan. Dengan demikian, hari ini tempat pelayanan dan poli untuk pasien rawat jalan masih tutup. Mengenai kapan poli tersebut dibuka kembali, belum ada kepastian, sebab akan dibuka jika kondisi lantai yang terendam air benar-benar bersih. “Kami usahakan pembersihan bisa selesai besok dan pelayanan poli bisa dibuka lagi,” katanya.

Kendati demikian, RSUD dr Soedomo masih akan menerima khusus pasien yang mendesak. Itu dikhususkan bagi pasien penyakit tertentu yang membutuhkan obat rutin dan kehabisan obat-obatannya tersebut. Sebab, untuk pasien dengan kondisi tersebut, pelayanan akan dialihkan ke gedung baru bagian belakang. Tempat tersebut juga disiapkan untuk pelayanan mendesak lainnya, seperti pasien rujukan dari puskesmas atau klinik. Selain itu, pelayanan di instalasi gawat darurat (IGD) tetap dibuka selama 24 jam.

Ketika banjir kemarin, RSUD dr Soedomo sempat dibantu RSUD dr Iskak Tulungagung untuk memenuhi kebutuhan makan pasien rawat inap yang ada di RSUD. Itu lantaran instalasi gizi terendam sehingga kebutuhan pemenuhan gizi pasien berupa makan minum dibantu oleh RSUD dr Iskak. Namun, kini pasokan makanan itu telah mampu dipenuhi pihak ketiga. “Jadi, sementara ini kami masih fokus untuk pembersihan material penyerta banjir, semoga cepat teratasi dan pelayanan bisa normal,” jelasnya.

Di sisi lain, derasnya arus air banjir juga berdampak buruk bagi infrastruktur bangunan. Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Trenggalek, aksesibilitas jalan antar-RT maupun antardesa telah tersambung. Namun, lapisan jalan Ngampon-Bendo, tepatnya di Dusun Jatisari, Desa/Kecamatan Pogalan, mengalami kerusakan parah. Mengingat jalan tersebut terkelupas karena tergerus derasnya aliran air. Kendati demikian, jalan tersebut masih bisa dilintasi oleh kendaraan roda dua.

Kepala Desa/Kecamatan Pogalan Suparni membenarkan, dampak bencana sudah berkurang drastis. Debit air terindikasi turun signifikan sekitar 13 jam. Ditandai dari penurunan pada Selasa (18/10) sore sampai dengan Rabu (19/10) dini hari. “Berkurang satu jengkal dan terus menurun sampai keesokan harinya sekitar pukul 03.00 WIB,” ungkap Suparni (jaz/tra/c1/rka)

 

 

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.