Semakin Dekat dengan Pembaca

Koni Kabupaten Klaim Bonus Rp 1,5 Miliar Cair Tahun Depan

KOTA BLITAR – Gonjang-ganjing soal pencairan bonus atlet Porprov Bumi Penataran masuk babak baru. Kali ini, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Blitar turut buka suara atas persoalan yang sempat menjadi polemik dalam dua bulan terakhir ini.

Finis di urutan ke-11 di Porprov Jatim tahun ini membuat kontingen Bumi Penataran “banjir” medali. Setelah dilakukan pendataan oleh KONI dan dinas terkait, diperkirakan bonus bagi atlet-induk cabor berprestasi mencapai angka Rp 1,5 miliar. Sayang, belakangan jumlah itu menyusut menjadi sekitar Rp 146 juta. Buntutnya, pemkab-KONI sepakat untuk kembali melakukan pengajuan bonus dengan nominal yang sesuai.

Usut punya usut, pengajuan anggaran yang dimaksud sudah dibahas dalam rapat paripurna oleh DPRD Kabupaten Blitar. Terkait hal itu, KONI mengeklaim jika bonus bagi atlet berprestasi di porprov tahun ini sudah disepakati di tingkat legislatif. “Dan sudah ada lampu hijau karena sudah diketok. Maka tahun depan, bonus sebesar Rp 1,5 bisa dicairkan,” kata Ketua KONI Kabupaten Blitar Tonny Andreas kepada Koran ini kemarin (7/12).

Waktu pencairan yang memakan waktu cukup lama memang disayangkan oleh pengurus di masing-masing induk cabor. Namun, Tonny mengaku bahwa itu adalah satu-satunya pilihan yang bisa diambil. Sebab, sudah dipastikan pencairan bonus porprov tidak bisa direalisasikan di tahun ini.

“Sudah ndak bisa melalui PAK di tahun ini. Waktunya sudah habis. Jadi, satu-satunya cara adalah dengan mencairkan bonus di tahun depan. Yaitu dengan melakukan pengajuan di akhir tahun ini. Atlet dan induk cabor harus bisa legawa,” bebernya.

Dia menegaskan, perolehan medali dalam suatu event kejuaraan memang tidak bisa dipastikan. Itu membuat KONI memilih untuk kembali mengajukan bonus atlet Porprov VIII Jatim di tahun depan melalui PAK. “Karena itu kan harus nempel di PAK setiap tahunnya. Untuk porprov tahun depan juga demikian,” bebernya.

Meski berita ini bisa dibilang cukup melegakan, bukan berarti tugas KONI sudah rampung. Sebab, perlu diingat jika lembaga induk keolahragaan juga harus melakukan pengajuan anggaran tahunan. Yakni, untuk tahun depan. Sementara draf kebutuhan anggaran yang dituangkan dalam rencana anggaran (RAB) masih jadi tanda tanya.

Sebab, hingga penghujung tahun ini, KONI belum juga melayangkan draf yang dimaksud kepada pemkab melalui dinas terkait. Maka, bukan tidak mungkin anggaran pembinaan atlet di tahun depan bakal kembali menjadi polemik baru.

“Intinya, tahun ini kita berencana mengajukan Rp 11 miliar untuk pembinaan setahun ke depan. Itu masih bersifat pengajuan. Kita juga belum tahu apakah nanti itu akan disetujui sepenuhnya atau sebagiannya saja,” terangnya. (dit/c1/ady)

Leave A Reply

Your email address will not be published.