Semakin Dekat dengan Pembaca

KONI Selektif di Porprov Efisiensi Anggaran

KOTA BLITAR –Tidak semua cabang olaharaga (cabor) di Bumi Penataran berpartisipasi dalam gelaran Porprov VIII Jatim. Untuk kepentingan efisiensi anggaran, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Blitar bakal selektif mengirimkan kontingen pada multievent terakbar tahun depan tersebut.

Ketua KONI Kabupaten Blitar Tonny Andreas mangatakan, total ada sebanyak 40 induk cabor bernaung di bawah KONI. Jumlah itu memang terbilang besar. Namun, dia memastikan tidak semua induk cabor bakal ambil bagian di Porprov Jatim tahun depan. “Harus dipilih mana yang kira-kira kompetitif,” terangnya.

Untuk kepentingan ini pula, mulai bulan ini KONI melakukan monitoring di masing-masing induk cabor. Data hasil keikutsertaan induk cabor di berbagai ajang juga dijadikan bahan pertimbangan. Sejauh ini, cabor beladiri dan panahan dinilai punya kans besar untuk kembali mendulang banyak medali.

“Misal, dari pencak silat, wushu, kick boxing, muay thai, dan panahan itu selalu jadi unggulan. Tahun depan targetnya masih sama. Minimal mereka harus bisa menyumbang emas bagi kontingen kabupaten,” bebernya.

Perlu diingat, sejumlah cabor masih perlu melakoni pra porprov atau kualifikasi. Di antaranya, cabor pencak silat, futsal, sepak bola, catur, bola basket, dan electronic sport (e-sport). Itu berarti, KONI juga kudu memastikan kesiapan cabor yang masih harus berebut tiket masuk ke porprov tersebut.

“Perlu dilakukan monitoring khusus bagi cabor yang akan mengikuti pra porprov. Sebab, persiapannya juga harus dimulai jauh sebelum cabor yang tidak mengikuti kualifikasi. Karena itu, kami instruksikan jajaran pengurus untuk mulai terjun untuk memonitor dan mengevaluasi di bulan ini,” ujar Tonny.

Yang tidak kalah penting, saat ini KONI juga sedang menata “isi dompet”. Wajar jika pemilihan cabor yang turun di porprov dilakukan dengan sangat cermat. Jika tidak, bukan tidak mungkin KONI mengalami kesulitan dalam proses pemenuhan kebutuhan pembinaan atletnya. “Tahun depan kan kita ajukan Rp 10 miliar. Itu untuk pembinaan. Kita belum tahun apakah jumlah itu akan direalisasi. Karena itu, mulai saat ini kita mulai petakan kebutuhan dengan sangat selektif,” pungkasnya. (dit/c1/hai)

Leave A Reply

Your email address will not be published.