Semakin Dekat dengan Pembaca

Konsumsi Miras Pemuda Rejotangan Aniaya Calon Istri, Jelang Hari Suci

TULUNGAGUNG – Harapan Waheed Muhammad Najeeb untuk menikahi kekasihnya bernama Aris Susiani di ambang batas. Keretakan hubungan ini dipicu pemuda asal Desa Sumberagung, Kecamatan Rejotangan, ini melakukan penganiayaan pada kemarin (3/1). Padahal hari suci pasangan tersebut tidak lama lagi.

Penganiayaan tersebut terjadi lantaran Waheed tercium mengonsumsi minuman keras (miras), sehingga membuat kekasihnya kesal. Apalagi sang kekasih yang rumahnya hanya berbeda di dusun ini memang tidak suka dengan laki-laki berbau miras. Maka dia menanyakan kebenarannya kepada Waheed, namun malah mendapatkan bogem mentah.
“Kurang beberapa hari mereka akan menikah. Tapi saat ini pihak laki-laki kami tahan. Namun mereka sudah lama menjalin kasih dan segera melangsungkan pernikahan,” terang Kapolsek Rejotangan, AKP Puji Hartanto melalui Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Muhammad Anshori.

Dia melanjutkan, penganiayaan ini bermula pada Selasa malam, sekitar pukul 20.30 WIB ketika Aris hendak melepas rindu pada kekasihnya. Namun justru Aris melihat kekasihnya itu dalam keadaan mabuk, dengan bau alkohol. Perempuan 21 tahun itu menanyakan kepada Waheed apakah dalam kondisi mabuk? Namun tersangka membantahnya.

Aris semakin curiga, lantaran dari mulut Waheed tercium bau minuman keras yang cukup menyengat. Dia kembali menuding laki-laki yang dicintainya itu dalam keadaan mabuk. Namun membuat Waheed naik darah hingga melakukan kekerasan terhadap kekasihnya.

“Waheed melayangkan pukulan bertubi-tubi mengenai kepala kiri, lengan kiri, dan lengan kanan. Belum puas, pelaku memelintir pergelangan tangan kiri AS. Bahkan saat kekasihnya terjatuh si pelaku menginjak perut Aris,” ungkap Anshori.

Tidak hanya itu, kekerasan masih berlanjut, dengan Waheed menendang rahang bawah, tulang kering dan telapak kaki bagian kiri dari kekasihnya. Hingga mengakibatkan korban mengalami luka parah dan masih menjalani rawat inap di Puskesmas Rejotangan. Setelah mendapat perawatan medis, Aris sempat membuat laporan ke Polsek Rejotangan pada pukul 22.30 WIB.

Setelah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian, Aris kembali dirawat d Puskesmas Rejotangan karena luka-lukanya masih belum sembuh. Polisi segera melakukan penyelidikan, termasuk melakukan visum terhadap korban. Setelah meminta keterangan Waheed dan sejumlah saksi lain, penyidik menetapkannya sebagai tersangka. Pemuda berdarah Pakistan ini langsung ditahan di rumah tahanan Polsek Rejotangan.
“Kami menjeratnya dengan pasal 351 KUHPidana tentang penganiayaan, dengan ancaman pidana penjara selama 2 tahun 8 bulan,” pungkasnya.(jar/din)

Leave A Reply

Your email address will not be published.