Semakin Dekat dengan Pembaca

Kuli Bangunan Tewas Usai Ngecat

KOTA BLITAR – Nahas menimpa Trimo, kuli bangunan asal Desa Purworejo, Kecamatan Sanankulon. Kemarin (30/12), nyawanya tak tertolong usai terjatuh dari ketinggian 3 meter di tempatnya bekerja.

Lelaki paro baya ini sempat dirujuk ke rumah sakit. Namun, nyawanya tak bisa diselamatkan lantaran menderita luka berat di bagian kepala. Tak hanya itu, beberapa area tubuh korban juga terdapat luka parah buntut insiden itu.

“Korban jatuh saat proses plamir atau mengecat tembok. Lalu, dibawa ke rumah sakit oleh beberapa saksi yang juga kerja di lokasi,” ujar Kapolsek Sanankulon AKP Agus Budi Santosa saat dihubungi Koran ini.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 10.00, saat korban bekerja di rumah tetangganya. Korban mengecat beberapa dinding dan membagi tugas dengan kuli bangunan lainnya. Mengecat tembok yang lebih tinggi, korban menaiki andang atau tangga berkaki empat. Tingginya sekira 3,8 meter.

Tak lama, sejumlah saksi di tempat kejadian perkara (TKP) terkejut saat mendengar suara benda terjatuh. Setelah diperiksa, itu adalah Trimo yang diduga tak bisa menjaga keseimbangan saat menapaki andang. Tubuhnya saat itu sudah tak bergerak.

“Keterangan saksi, lokasi pengecatan itu memang cukup tinggi. Sudah diminta untuk berhati-hati, tapi malah terjadi kecelakaan kerja,” sambungnya.

Sejumlah saksi menemukan korban dalam posisi tertelungkup dan tak sadarkan diri. Bahkan, darah diketahui keluar dari hidung dan mulut. Sementara pada dahi dan lutut korban juga terdapat luka. Korban selanjutnya dilarikan ke rumah sakit.

Polisi menyebut, sejatinya korban sempat mendapat penanganan medis. Namun, lantaran menderita luka berat, korban tak dapat diselamatkan. Jasad korban kemudian dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan. “Keluarga menolak otopsi karena memang menyadari bahwa ini kecelakaan kerja,” tandasnya. (luk/c1/hai)

Leave A Reply

Your email address will not be published.