Semakin Dekat dengan Pembaca

Kuota Perempuan Kurang, Gunakan Masa Perpanjangan

KABUPATEN BLITAR – Peran perempuan dalam gelaran Pemilu 2024 sangat diperhitungkan. Indikasinya, panitia pengawas pemilu (panwaslu) kecamatan memperpanjang masa pendaftaran panwaslu kelurahan/desa (PKD) gegara partisipasi perempuan kurang dari 30 persen.

Untuk diketahui, masa pendaftaran PKD terhitung sejak tangal 14-19 Januari. Setelah dilakukan verifikasi, setidaknya ada 57 desa/kelurahan yang belum memenuhi standar kuota pendaftar. Itu tersebar di 15 kecamatan. Hal ini terjadi karena beberapa hal, misalnya kuota 30 persen perempuan belum terpenuhi. Selain itu, ada juga karena jumlah pendaftar kurang dari dua kali kebutuhan PKD. “Kebutuhan PKD itu satu orang di tiap desa atau kelurahan. Jadi, minimal ada dua orang pendaftar,” ujar Ketua Bawaslu Kabupaten Blitar, Abdul Hakam Sholahuddin, kemarin (20/1).

Sesuai petunjuk teknis, kata Hakam, rekrutmen PKD ini juga memperhatikan keterwakilan perempuan. Minimal 30 persen dari pendaftar adalah perempuan. “Jadi, misalnya ada dua orang pendaftar, yang satu itu harus perempuan. Makanya, kami memanfaatkan masa perpanjangan rekrutmen PKD ini karena sebagian besar kuota perempuan masih kurang,” jelas dia.

Hakam mengatakan, perpanjangan pendaftaran akan dilaksanakan pada tanggal 24-26 Januari. Menurutnya, ini sekaligus menjadi kesempatan masyarakat khususnya perempuan untuk berpartisipasi sebagai penyelenggara Pemilu 2024 di tingkat desa. “Silakan menghubungi panwaslu kecamatan setempat atau datang langsung ke kantor sekretariat panwaslu kecamatan,” katanya.

Dia menegaskan bahwa tidak ada perpanjanga berikutnya. Artinya, tanggal 24-26 Januari itu menjadi kesempatan terakhir untuk menjadi PKD. “Salah satu tujuan perpanjangan ini untuk mengakomodasi kepentingan perempuan. Jika di kesempatan perpanjangan ini tidak memenuhi kuota, maka tahapan (rekrutmen, Red) akan tetap dilanjutkan,” tegas dia.

Adapun masa perpanjangan pendaftaran ini dilakukan di 57 desa/kelurahan yang bakal menggunakan perpanjangan. Di antaranya, Desa Temenggungan, Desa Bakung, Desa Karanggondang, Desa Sukorejo, Kecamatan Udanawu; Desa Bendosari, Desa Suruhwadang, Desa Sumberjati, Desa Rejowinangun, Kecamatan Kademangan; Desa Pulerejo, Desa Plandirejo, Desa Sumberdadi, Desa Bakung, Desa Kedungbanteng, Desa Sidomulyo, Desa Lorejo Kecamatan Bakung; Desa Dadaplangu, Desa Langon, Desa Gembongan, Desa Sidorejo, Desa Maliran, Desa Candirejo, Desa Karangbendo, Kecamatan Ponggok; Desa Bendowulung, Kecamatan Nglegok, Desa Penataran, Kelurahan Nglegok, Kecamatan Sanankulon; Desa Jatinom, Desa Gogodeso, Desa Gaprang, Desa Karangsono, Desa Banggle, Kecamatan Kanigoro; Kelurahan Sumberdiren, Kecamatan Garum. Kemudian, Desa Pandanarum, Kelurahan Kembangarum, Desa Bacem, Desa Sumberjo, Desa Kaulon, Kecamatan Sutojayan; Desa Jabung, Desa Wonorejo, Desa Sragi, Desa Jajar, Kecamatan Talun; Desa Sumberkembar, Kecamatan Binangun; Kelurahan Beru, Kelurahan Tangkil, Kelurahan Wlingi, Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi; Desa Pagergunung, Desa Bumirejo, Kecamatan Kesamben; Desa Purworejo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Wates; Desa Banjarsari, Desa Pohgajih, Desa Sumberagung, Desa Ngrendeng, Desa Ampelgading, Desa Olakalen, Kecamatan Selorejo; Desa Tegalrejo, Desa Ploso, Desa Popoh, Kecamatan Selopuro. (hai/c1)

Leave A Reply

Your email address will not be published.