Semakin Dekat dengan Pembaca

Lampu Penerangan-Akses Keluar Jadi Objek Asesmen

KOTA BLITAR – Stadion Soepriadi kedatangan “tamu” kemarin (3/1). Tamunya adalah tim gabungan asesmen stadion dari Mabes Polri. Tim mengecek kondisi terkini fasilitas olahraga milik Pemkot Blitar itu.

Sejumlah aspek menjadi sasaran pengecekan demi memastikan kesiapan dan keamanan. Jika ada ada aspek yang kurang sesuai akan menjadi bahan evaluasi.

Ketua Tim Risk Assessment Kombes Pol Budi Karyono mengatakan, berdasarkan Perpol No. 10/2022, seluruh pihak terkait wajib memastikan sejumlah aspek keamanan venue pertandingan terpenuhi. “Nantinya, hasil asesmen bakal menjadi acuan bagi federasi, Polri, pemerintah daerah, operator liga, dan seluruh pihak terkait dalam menentukan kebijakan jelang kompetisi nasional,” jelasnya.

Tim asesmen ingin memastikan kondisi stadion aman untuk pertandingan. “Jadi, sebelum mulai menggulirkan liga nasional, ada risk assessment dulu. Itu didasarkan pada perpol yang baru. Nah, kami bersama pihak terkait melakukan asesmen pada sejumlah poin di sini (Stadion Soepriadi, Red),” jelasnya.

Ada enam aspek yang tedampak, yaitu infrastruktur, kesehatan, risiko, keamanan, keselamatan, dan informasi. Disinggung soal hasil, Budi mengaku belum dapat memberi keterangan. “Karena kita hanya memberi rekomendasi, menyampaikan apa yang sesuai dan tidak sesuai dengan peraturan. Jadi, bukan soal kelayakan. Berita acara kegiatan asesmen langsung kita buat untuk disampaikan kepada pihak otoritas,” tegasnya.

Ketua panitia penyelenggara Stadion Soepriadi, Heri Sugianto mengaku juga masih menanti hasil asesmen. Sejauh ini, tim asesmen baru menyampaikan sejumlah poin yang wajib dipenuhi oleh panitia penyelenggara pertandingan. “Tadi (kemarin, Red) ada beberapa kesiapan fiaik yang disinggung. Di antaranya, sistem penerangan, akses keluar-masuk stadion, dan plot tribun penonton,” ujarnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Askot PSSI Blitar ini berharap pihak otoritas dapat segera menyampaikan hasil asesmen. Pasalnya, Askot berniat untuk kembali menggulirkan kompetisi Liga 2 Jatim. Rencananya, kompetisi tersebut bakal digelar usai agenda akbar di tingkat PSSI pusat. Yakni, kongres luar biasa (KLB) yang dihelat pada pertengahan Februari mendatang. “Nanti kita juga bisa tahu apa yang perlu dipenuhi sebelum kompetisi nasional kembali diputar,” pungkasnya. (dit/c1/sub)

Leave A Reply

Your email address will not be published.