Semakin Dekat dengan Pembaca

Langgar Lalin Dapat Janur Kuning, Polisi Siaga di Pos Pantau

KABUPATEN BLITAR – Pelaku perjalanan mudik  wajib mengutamakan keselamatan berkendara. Selain untuk keselamatan diri  dan keluarga, juga bagian dari patuh berlalu lintas. Nah, Satlantas Polres Blitar punya cara unik untuk menandai pelanggar lalu lintas, yakni dengan menempeli kendaraan yang melanggar dengan janur kuning.

Kanit Laka Polres Blitar, Ipda Heri Iriawan mengatakan, janur kuning menyerupai pita itu memang memiliki fungsi tersendiri. Yakni, sebagai imbauan bagi pemudik yang lalai dalam berkendara. Selain itu, tanda tersebut juga menjadi pengingat supaya masyarakat lebih patuh rambu lalu lintas, marka jalan, serta spesifikasi kendaraan.

“Kalau ada yang melanggar, dikasih janur ini. Sifatnya teguran. Jangan sampai ada pelanggaran yang menimbulkan laka lantas saat mudik,” ujar Heri, kepada Koran ini Minggu (24/4) kemarin.

Sebelum diterapkan, teguran dengan janur kuning itu sudah melalui tahapan uji coba di Jalan Kusuma Bangsa, persis di depan pos pelayanan mudik di Kanigoro. Ada lebih dari 10 janur yang disiapkan jajaran Satlantas Polres Blitar untuk menegur pengendara yang tidak taat keselamatan.

Saat proses uji coba, polisi mendapati sekira enam pengendara yang tidak patuh peraturan wajib berlalulintas. Misalnya, beberapa pengendara minibus kedapatan tak menggunakan sabuk pengaman dan lampu utama yang padam. Praktis, mereka langsung mendapat teguran janur kuning yang ditempel petugas di spion.

“Ini kami lakukan agar Lebaran nanti, lalu lintas bisa tertib dan masyarakat utamanya pengguna jalan terhindar dari bahaya. Dan masyarakat bisa Lebaran bersama keluarga dengan lancar,” ungkapnya.

Dia menyebut, sifat janur kuning itu hanya sekadar teguran dan bukan merupakan tindakan tilang. Sehingga, apabila aparat sudah menempelkan janur di bagian mobil atau motor, pengemudi diharapkan mampu memenuhi spesifikasi kendaraan selama di perjalanan.

Supaya lebih intensif, nantinya sejumlah personel Satlantas Polres Blitar bakal ditempatkan di masing-masing pos pantau. Dengan begitu, polisi bakal mengetahui pelaku perjalanan yang melanggar lalin. Seketika, kendaraan bakal dihentikan dan diberi teguran berupa janur kuning.

Terkait kepadatan arus lalu lintas, Kasatlantas Polres Blitar, AKP Kadek Aditya Yasa Putra mengaku, hingga kemarin, pemudik di Bumi Penataran masih landai. Indikasinya, di jalan lintas provinsi, belum terlihat kepadatan berlebih. Kemungkinan, kata dia, itu lantaran momen Idul Fitri yang masih sepekan ke depan. Kendati begitu, arus mudik sudah mulai meningkat hingga 25 persen.

“Bisa jadi karena Lebaran masih jauh. Kalau di wilayah Kabupaten Blitar, masyarakat sepertinya belum pulang mudik. Perkiraan puncak mudik terjadi pada 28-29 April mendatang,” terangnya.

Dia berharap, masyarakat yang hendak melakukan perjalanan mudik bisa memahami pentingya keamanan lalu lintas. Mengecek kendaraan dan kewaspadaan menjadi pokok keselamatan. Selain itu, dia mengimbau agar para pemudik segera melakukan vaksinasi minimal dosis dua sebagai syarat perjalanan.(mg2/ady)

Leave A Reply

Your email address will not be published.