Semakin Dekat dengan Pembaca

Langgar Target Konstruksi, 6 Rekanan Trenggalek Ngaplo dan Rp 8 Miliar Melayang

TRENGGALEK – Enam rekanan penggarap pekerjaan konstruksi terpaksa gigit jari. Penyebabnya, para rekanan itu tak memenuhi kesepakatan batas waktu pekerjaan dan kelengkapan administrasi. Sementara total nilai pembayaran untuk rekanan-rekanan itu menyentuh Rp 8 miliar (M).

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Trenggalek Joko Widodo mengungkapkan, enam rekanan yang belum bisa dibayar adalah CV Suramadu, Mutiara Karya, Kontrucindo Mandiri, Aksa Adicandra, Karya Lestari, dan Mastrip. Dua di antara rekanan-rekanan itu dari lokal Kota Alen-Alen. “CV Karya Lestari dan CV Mastrip itu dari Trenggalek,” ungkapnya.

Lebih lanjut, setiap rekanan punya masalah berbeda yang menyebabkan belum bisa terbayar. Joko mengaku pokok permasalahan pembayaran itu karena rekanan melanggar batas waktu atau target penyelesaian pekerjaan konstruksi. Keterlambatan penyampaian surat perintah membayar di Badan Keuangan Daerah (Bakeuda).

Leave A Reply

Your email address will not be published.