Saturday, August 13, 2022
No Result
View All Result
Radar Tulungagung | Semakin Dekat dengan Pembaca
  • Home
  • Index Berita
  • Berita Daerah
    • Tulungagung
    • Blitar
    • Trenggalek
  • Up To Date
    • Peristiwa
    • Hukum dan Kriminal
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sportainment
    • Sport
    • Life Style
  • Sosok
  • Litera
    • Opini
    • Literasi
  • Home
  • Index Berita
  • Berita Daerah
    • Tulungagung
    • Blitar
    • Trenggalek
  • Up To Date
    • Peristiwa
    • Hukum dan Kriminal
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sportainment
    • Sport
    • Life Style
  • Sosok
  • Litera
    • Opini
    • Literasi
No Result
View All Result
Radar Tulungagung | Semakin Dekat dengan Pembaca
Home Sosok

TEGAS: Erry Pudyanto Marwantono saat ditemui di ruang kerjanya. (AGUS MUHAIMIN/ RADAR BLITAR)

Lebih Dekat Erry Pudyanto Marwantono, Kajari Blitar

by Radar Blitar Jawa Pos
25 Jul 2022
in Sosok
0

KOTA BLITAR – Pengalaman segudang tentu sudah dirasakaan selama 24 tahun mengabdi. Ya, Kajari Blitar, Erry Pudyanto Marwantono sudah lama bergabung dengan lembaga yudikasi. Tak hanya intimidasi, hal-hal berbau mistis juga sering kali ditemui saat menjalankan tugas.

Suasana di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Blitar terlihat sibuk siang itu (21/7). Beberapa personel korp adhyaksa tampak lalu lalang di lobi memberikan pelayanan kepada para tamu yang datang untuk ikut meramaikan peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke- 62. Meski begitu terlihat repot, raut bahagia tergambar jelas di wajah para pegawai ini. “Monggo-monggo silakan masuk,” ujar Kajari Blitar, Erry Pudyanto Marwantono kepada Koran ini.

Erry ternyata tidak sediri. Di ruang kerjanya, ada jajaran pejabat penting lain di lingkungan kejaksaan. Usut punya usut, mereka sedang membahas persiapan jelang puncak Hari Bhakti Adhyaksa yang sedianya bakal dihelat keesokan harinya (22 Juli, Red).

Meski belum lama berdinas di Blitar, Erry terlihat nyantai. Maklum bukan hal baru baginya menyiapkan acara seremonial hari besar kejaksaan itu. Setidaknya sudah lebid dua dekade, dia menyaksikan perayaan atau peringatan hari jadi tersebut. Terakhir, dia menjadi Aspidsus di Kejati DIY, sebelum akhirnya ditugaskan di Bumi Bung Karno. “Saya 24 tahun bergabung dengan korp adhyaksa,” tuturnya.

Berbagai kasus pernah ditangani pria asal Semarang ini. Mulai dari kelas pencurian hingga memburu pejabat korupsi pernah ditangani. Misalnya, salah seorang kepala daerah di wilayah Jawa Tengah pada kisaran 2004 silam.

Kala itu, Erry masih menjadi kepala seksi pidana khusus (kasi pidsus). Selain kepala daerah, sejumlah tokoh politik setempat yang duduk sebagai wakil rakyat juga diseret ke pengadilan karena terindikasi melakukan pidana korupsi. “Tentu kalau yang dituntut itu tokoh suasananya berbeda dengan kasus biasa,” bebernya.

Intimidasi dan terror menjadi kudapan yang setiap hari dirasakan. Umumnya, itu tidak dilakukan secara langsung. Hanya melalui sambungan telepon dari nomor yang tidak dikenal. “Kalau ada orang telpon tidak dikenal, saya gak terima. Bukan apa apa, kalau suaranya perempuan bisa bahaya,” kelakarnya.

Erry sangat paham hal-hal yang akan dilakukan oleh tokoh yang tersandung masalah hukum. Bahkan ada juga yang menggunakan cara halus untuk menjatuhkan marwah kejaksaan. Misalnya, dengan membangun opini publik melalui narasi-narasi pemberitaan yang menyudutkan.

Hal ini tidak hanya dirasakan Erry. Yang membuatnya sedikit galau adalah intimidasi terhadap keluarga. “Jadi tiba-tiba banyak orang berkumpul di depan rumah. Meskipun hanya sekedar cangkruk, kan kelihatan itu aktivitas normal atau tidak,” ujar penghobi sepeda ini.

Tak hanya itu, Erry juga sering mengalami hal-hal yang aneh. Misalnya, di depan kantor atau ruangan sidang ditaburi bunga atau benda-benda lain yang identik digunakan untuk ritual mistik. Bahkan, pada kondisi tertentu, Erry juga pernah mengalami tidak bisa berbicara dalam persidangan. “Pernah juga sidang itu rasanya ngantuk berat, mungkin karena bergadang atau karena kecapean ya,” akunya.

Meski begitu, bagi Erry hal ini adalah biasa. Menurut dia, ada satu kasus hukum yang pernah membuatnya terbebani. Itu ketika dia terpaksa melakukan penuntutan dalam kasus penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya nyawa seseorang.

Dia menceritakan, kasus ini dilakukan oleh seorang istri terhadap suaminya sendiri. Ada alasan atau cerita dibalik peritiwa yang mengakibatkan orang mati tersebut. Disisi lain, karakter suami tersebut tidak begitu baik, yakni seorang pemabuk. “Jadi perempuan itu membela anaknya, namun dalam proses itu mengakibatkan sang suami meninggal dunia,” terangnya.

Yang membuatnya kian trenyuh adalah ketika sudah melakukan penuntutan yang dirasa cukup optimal namun vonis yang diberikan tidak sesuai perkiraan. “Rasanya nelongso melihat kasus itu, apalagi kalau lihat latar belakang suami yang pemabuk itu. Tapi bagaimanapun hukum memang harus ditegakkan,” tegasnya. (*/ady)

Tags: blitarblitar hari iniblitar updatekabupaten blitarkota blitarperistiwa blitarradar blitarradar penataranradar tulungagung
ShareTweetSendShareShare
Previous Post

Pelatih Laskar Lembu Suro Gelap, Mengapa?

Next Post

Miris, Anak 13 Tahun Minta Nikah, Mayoritas Rekomendasi Dispensasi Ditolak

Related Posts

Terus Perjuangkan Hak Perempuan, Erika Sinta Ingin Rubah Stigma Masyarakat

Terus Perjuangkan Hak Perempuan, Erika Sinta Ingin Rubah Stigma Masyarakat

by ENGGAR PUTRI ANGGRAENI
12 Aug 2022
0
4

TULUNGAGUNG-Menjadi seorang aktivis bukan merupakan keinginan dari Erika Sinta Pradevi...

Ini Genre Film Kesukaan Dyah Ayu Safitri

Ini Genre Film Kesukaan Dyah Ayu Safitri

by Radar Blitar Jawa Pos
12 Aug 2022
0
6

KOTA BLITAR - Film punya daya tarik tersendiri bagi sebagian orang....

Ke Rumah Soekarni, Remaja Bandel Penjarah Sinyo Belanda

Ke Rumah Soekarni, Remaja Bandel Penjarah Sinyo Belanda

by Radar Blitar Jawa Pos
12 Aug 2022
0
3

KABUPATEN BLITAR - Ikon Taman Soekarni merekat erat dengan Kecamatan Garum....

Load More
Next Post
Legislatif Ingatkan Pemkot Soal Proyek Fisik, Mengapa??

Miris, Anak 13 Tahun Minta Nikah, Mayoritas Rekomendasi Dispensasi Ditolak

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Banjir Surut, Urung Dirikan Dapur Umum untuk Banjir di Trenggalek

Kisah Joko Priyono Jajakan Koran Jawa Pos Radar Tulungagung selama 22 Tahun

2 months ago
9
Soesilo Toer, Adik Kandung Pramoedya Ananta Toer Rayakan Ulang Tahun Ke-85 di Tulungagung

Cerita Susilowati Menekuni Usaha Kopi Rempah dengan Resep Leluhur

6 months ago
297

Popular News

    Facebook Instagram Twitter Youtube

    Radar Tulungagung

    Jawa Pos Radar Tulungagung adalah media yang memiliki 4 wilayah edar yaitu Tulungagung, Kabupaten Blitar, Kota Blitar dan Trenggalek.

    Category

    Currently Playing

    © 2022 PT Tulungagung Intermedia Digital

    No Result
    View All Result
    • Home
    • Index Berita
    • Berita Daerah
      • Tulungagung
      • Blitar
      • Trenggalek
    • Up To Date
      • Peristiwa
      • Hukum dan Kriminal
    • Pendidikan
    • Politik
    • Sportainment
      • Sport
      • Life Style
    • Sosok
    • Litera
      • Opini
      • Literasi

    © 2022 PT Tulungagung Intermedia Digital