Semakin Dekat dengan Pembaca

Lelang 10 Kursi JPTP Trenggalek Jangan Sampai Melewati Tahun 2023

TRENGGALEK – Komitmen pemkab untuk segera mengisi kekosongan 10 kursi jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) harus benar-benar dikawal. Jangan sampai mengulangi rencana pengisian pada 2022 ini yang akhirnya urung terealisasi.

Apalagi, sudah ada sinyal hijau dari Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin untuk segera mengisi kekosongan jabatan pada tahun depan.

“Pengisian jabatan ya segera dan tidak terlalu lama lagi,” ujarnya.

Pihaknya memang tidak menjelaskan secara mendetail tentang mekanisme pembentukan panitia pelaksana (pansel) bagian dari seleksi pengisian jabatan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut.

Namun, suami Novita Hardini itu mengonfirmasi penyelenggaraan lelang jabatan akan dilaksanakan pada tahun depan.

“2023 ini? Ya,” tegasnya, mengakhiri wawancara.

Dikonfirmasi berbeda, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Trenggalek Eko Juniati mengatakan, penyelenggaraan lelang jabatan eselon II mulanya ditargetkan sebelum akhir 2022 rampung.

Namun, lantaran seluruh wilayah Kabupaten Trenggalek yang tersebar hingga 14 kecamatan dilanda bencana, lelang jabatan itu pun terpaksa ditunda.

“Trenggalek sedang tidak baik-baik saja, lagi banyak bencana,” ungkapnya.

Eko Juniati mengaku, biarpun lelang jabatan belum bisa terselenggara pada 2022, tahun depan (2023, Red) masih ada waktu untuk penyelenggaraan lelang jabatan.

Menurutnya, 2023 merupakan momen krusial untuk pengisian jabatan, mengingat pada 2024 sudah memasuki pesta demokrasi.

Selain kesempatan waktu, dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (RAPBD) 2023, Pemkab Trenggalek pun sudah mengalokasikan sejumlah anggaran, khususnya untuk penyelenggaraan lelang jabatan eselon II.

“Pengalokasian anggaran include dengan lelang jabatan sekda kemarin,” ujarnya. Dengan demikian, 2023 adalah kesempatan emas untuk mengisi jabatan-jabatan kepala dinas yang masih kosong.

Sementara itu, Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Trenggalek Alwi Burhanuddin tak menyangkal kalau Pemkab Trenggalek menginginkan peningkatan pelayanan publik. Salah satunya dengan mengisi jabatan-jabatan yang kosong tersebut.

Namun, pengisian jabatan itu perlu serangkaian mekanisme yang ditempuh, agar orang-orang yang lulus seleksi kompeten dalam menjalankan tugasnya.

“Kita harus menempatkan orang-orang yang tepat, supaya bisa memimpin, dan sigap,” ungkapnya. (tra/c1/rka)

Leave A Reply

Your email address will not be published.