Semakin Dekat dengan Pembaca

Lelang Jabatan Trenggalek 2023? Begini Jawaban Sekda Edy

TRENGGALEK – Kalangan elite politik Trenggalek mulai gusar dengan dampak kekosongan jabatan. Diduga, kekosongan jabatan pada 2022 ini memicu nilai sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA) menyisakan nilai yang fantastis.

Diketahui, SILPA Rp 142 miliar dari Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Trenggalek merupakan asumsi awal.

Namun, dalam rapat kerja antara legislatif dengan eksekutif di aula kantor DPRD Trenggalek pada Jumat (30/12), nilai SILPA tahun anggaran (TA) 2022 diduga bisa melampaui Rp 142 M.

Sekda Trenggalek Edy Soepriyanto mengakui bahwa kekosongan jabatan itu sangat memengaruhi roda pemerintahan.

Dari sisi eksekutif, pihaknya menilai rencana pengisian kekosongan jabatan itu sudah ada.

“Karena target kita pada 2022 belum tercapai. Sehingga secepatnya, kita akan mendorong untuk bisa dilakukan pengisian jabatan. Paling tidak kekosongan jabatan ini sangat memengaruhi kinerja kita,” jelas Edy saat ditemui di lingkup kantor DPRD.

Menyinggung 2023 merupakan tahun ideal untuk peyelenggaran lelang jabatan, Edy mengaku, ketika itu memang memungkinkan, maka lelang jabatan itu pasti akan dilaksanakan.

“Kalau Januari bias, ya Januari. Saya matur Pak Bupati. Kita nanti akan melaksanakan rapat, berikutnya PPK pembina kepegawaian,” ujar pria yang hobi sepak bola tersebut.

Mengenai anggaran, suami Christina Ambarwati itu menyebut, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Trenggalek telah mempersiapkan sejumlah anggaran untuk penyelenggaraan lelang jabatan tersebut.

“Insya Allah 2023 ada direncanakan,” ucapnya.

Diberitakan lalu, ada 10 kursi kepala dinas di Kabupaten Trenggalek yang kosong.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengisyaratkan untuk mengisi kekosongan jabatan itu sebelum pesta demokrasi 2024.

“Pengisian jabatan ya segera dan tidak terlalu lama lagi,” ujarnya.

Pihaknya memang tidak menjelaskan secara mendetail tentang mekanisme pembentukan panitia pelaksana (pansel) bagian dari seleksi pengisian jabatan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut.

Namun, suami Novita Hardini itu mengonfirmasi penyelenggaraan lelang jabatan akan dilaksanakan pada tahun depan.

“2023 ini? Ya,” tegasnya, mengakhiri wawancara.

Dikonfirmasi berbeda, Kepala BKD Trenggalek Eko Juniati mengatakan, penyelenggaraan lelang jabatan eselon II mulanya ditargetkan sebelum akhir 2022 rampung.

Namun, lantaran seluruh wilayah Trenggalek yang tersebar hingga 14 kecamatan dilanda bencana, lelang jabatan itu pun terpaksa ditunda.

“Trenggalek sedang tidak baik-baik saja, lagi banyak bencana,” ungkapnya.

Eko Juniati mengaku, biarpun lelang jabatan belum bisa terselenggara pada 2022, tahun depan (2023, Red) masih ada waktu untuk penyelenggaraan lelang jabatan.

Menurutnya, 2023 merupakan momen krusial untuk pengisian jabatan, mengingat pada 2024 sudah memasuki pesta demokrasi.(tra/c1/rka)

Leave A Reply

Your email address will not be published.