Semakin Dekat dengan Pembaca

Mafia Tanah dan Celah Korupsi Potensi Terjadi Pada Proyek Tol Tulungagung-Kediri

TULUNGAGUNG– Dana besar dibutuhkan untuk pembangunan jalan tol Kediri-Tulungagung. Jangan sampai ada mafia tanah maupun oknum-oknum melakukan korupsi atau penyalahgunaan wewenang agar kucuran dana yang dikeluarkan tidak muspro.

Pengamat ekonomi dari Tulungagung, Deny Yudiantoro mengatakan, secara garis besar pembangunan jalan tol pasti punya tujuan strategis untuk membuat kemajuan suatu daerah. Namun, terkadang pasti ada pihak merasa dirugikan, khususnya yang tidak sepakat dengan ganti untung yang diberikan pemerintah. Maka perlu dipastikan proses alih lahan dari masyarakat ke pengembang jalan tol, jangan sampai ada mafia tanah bermain menjadi calo sehingga dapat merugikan pemilik lahan utamanya masyarakat.

Pemerintah pasti telah melaksanakan studi kelayakan pada pembangunan jalan tol Kediri-Tulungagung. Selain keberhasilan proyek tersebut, juga apa impact yang akan dimunculkan. Anggaran besar yang dikucurkan diharapkan memberi dampak signifikan bagi suatu daerah. Ketika tidak ada oknum-oknum melakukan korupsi atau menyalahgunakan wewenang, pasti anggaran tidak akan muspro. “Tujuan pembangunan tol itu baik, yakni untuk mempermudah mobilitas logistik dan aktivitas manusia. Kita harus positif thinking terhadap pembangunan tersebut,” ungkap Deny, sapaan akrab pria tersebut.

Keberadaan jalan tol bisa jadi dua mata pisau berlawanan, apalagi pada aspek ekonomi. Satu sisi memberikan manfaat besar bagi masyarakat, tetapi pada sisi lain ada sektor bisnis terkena dampak jalan tol. Banyak tempat makan atau toko oleh-oleh yang sebelumnya dilewati kendaraan jadi sepi pelanggan. “Langkah yang bisa diambil adalah dengan merelokasi para pedagang ke rest area jalan tol nantinya,” tuturnya.

Dia melanjutkan, satu hal yang harus diperhatikan adalah bahwa jalan tol memiliki kaitan erat dengan industrialisasi di daerah. Mobilitas barang atau orang yang semakin mudah memberikan faktor suburnya industrialisasi. Tidak bisa dinafikan, konektivitas antara jalan tol Kediri-Tulungagung dengan jalan lintas selatan di Tulungagung selatan serta Selingkar Wilis pada wilayah barat Tulungagung merupakan potensi luar biasa.

Bisa dilihat kini sudah terdapat beberapa investasi masuk ke Tulungagung, salah satunya adalah Pantai Midodaren. Dari pemerintah kabupaten (pemkab) pasti telah mempersiapkan apa saja instrumen-instrumen yang dibutuhkan ketika jalan tol mulai masuk Tulungagung. “Sekarang sudah ada aplikasi Pariwisata Terpadu Tulungagung (Parduta) yang akan mengoneksikan antara sektor pariwisata, industri, dan UMKM di Kota Marmer ini. Itu sebuah peluang besar dan nanti bisa dilirik investor. Muaranya adalah geliat ekonomi beberapa sektor lini. Saya dengar pemerintah juga akan membangun exit tol pada kawasan sentra UMKM. Itu juga bagus,” ungkapnya.

Dia memastikan ketika jalan tol Kediri-Tulungagung nanti rampung akan banyak membawa investor dan wisatawan lokal bahkan mancanegara datang ke Tulungagung dan memengaruhi iklim ekonomi.

Kemudian, apa yang harus disiapkan masyarakat untuk hal tersebut? Dia menjawab bahwa setiap pelaku usaha dituntut selalu adaptif, responsif, inovatif, kreatif, dan kolaboratif. Masyarakat harus beradaptasi terhadap apa saja yang dikerjakan ketika banyak wisatawan datang, tatkala selera customer berubah-rubah juga harus bisa menyesuaikan. Merespons tuntutan pasar dengan cepat menjadi vital dalam dunia digitalisasi karena jarak sudah tidak terlihat. “Ketika masyarakat bisa merespons lima hal tersebut, keberadaan jalan tol tidak akan sia-sia. Bahkan, itu akan memberikan manfaat meskipun beberapa unsur ada yang tidak setuju. Hakikatnya tidak mungkin sebuah kebijakan bisa memuaskan semua orang,” tutupnya.

Salah satu desa yang akan dilintasi jalan tol tersebut adalah Desa Bungur, Kecamatan Karangrejo. Warga setempat, Aldo Riki berharap dengan adanya pembangunan tersebut akan membuka lapangan kerja luas bagi masyarakat sekitar. Pemaksimalan UMKM dan berbagai produk dari warga sangat diharapkan. “Nanti pasti ada rest area, di sana bisa dimasukkan produk UMKM dari desa-desa. Kalau di sekitar jalan tol nanti ada industrialisasi, kalau bisa masyarakat sekitar terlebih dahulu diperhatikan,” ujar Aldo, sapaan akrabnya.

Dia juga menunggu-nunggu dengan hadirnya pembangunan tersebut. Karena itu diyakni akan meningkatkan perekonomian masyarakat, utamanya bagi wilayah-wilayah yang dilalui. (nul/c1/din)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.