Semakin Dekat dengan Pembaca

Mampukah Disparbud Trenggalek Kejar PAD Rp 1,3 Miliar di Pergantian Tahun?

TRENGGALEK – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek harus melakukan skema terbaru untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor wisata di pengunjung tahun ini. Pasalnya, dimungkinkan karena bencana yang terjadi di berbagai wilayah di Bumi Menak Sopal beberapa waktu lalu berdampak negatif terhadap perekonomian para pelaku usaha dan pengelola destinasi wisata.

Ini terlihat dampak yang besar terlihat pada perolehan PAD sektor wisata. Sebab di pengujung 2022 ini perolehannya masih jauh dari target, kendati telah dilakukan penyesuaian. “Karena bencana yang terjadi khususnya di area yang ada destinasi wisatanya, kami mengakui kunjungan wisatawan menurun signifikan, akibatnya pada akhir bulan lalu pendapatan daerah hanya tercapai sekitar 82,26 persen,” ungkap Kepala Disparbud Trenggalek Sunyoto.

Dia melanjutkan, berdasarkan laporan yang ada perolehan PAD wisata pada 2022 ini, hingga bulan kemarin (November, red) sekitar Rp 5,7 miliar. Dari situ, pada sisa tenggang waktu akhir bulan ini setidaknya disparbud harus mengumpulkan PAD wisata minimal sebesar Rp 1,3 miliar, agar bisa memenuhi target sebesar Rp 7 miliar. Dari situ berbagai skema akan dilakukan setidaknya untuk mendekati perolehan tersebut. “Pastinya berbagai skema akan kami lakukan, tentunya masih dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) dan waspada akan kemungkinan terjadinya bencana,” katanya.

Dari situ saat ini dispasbud terus melakukan sosialisasi agar seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan wisata terus mengembangkan daya tariknya. Sebab diperkirakan untuk peningkatan pendapatan nanti diprediksi akan terjadi pada destinasi wisata pantai pada menjelang akhir tahun ini. Seperti ditahun sebelumnya pendapatan paling tinggi di Pantai Pasir Putih. Sebab sektor pantai masih menjadi poin pendapatan tertinggi.

Kendati demikian pencapaian pada tahun ini jauh lebih baik dari pencapaian sebelumnya yang sejumlah Rp 3 miliar. Hal tersebut terjadi lantaran pada tahun lalu (2021-red) pandemi Covid-19 masih melanda, sehingga beberapa kali destinasi wisata di tutup lantaran masuk dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). “Berdasarkan tahun sebelumnya momen tahun baru biasanya Trenggalek menjadi jujukan wisata, jadi kami optimis PAD bisa memenuhi target,” jelas Sunyoto. (jaz/rka)

Leave A Reply

Your email address will not be published.