Semakin Dekat dengan Pembaca

Mau Cantik dan Sehat, Ikuti Tips dari Dokter Ayu

KOTA BLITAR – Wiwi Rahayu tak menyangka bisa menjadi dokter. Terlebih, dia dulu merupakan remaja tomboi. Seiring berjalannya waktu, dia mulai belajar merawat diri hingga akhirnya tampil cantik.

Bagi dr Ayu, sapaannya, salah satu rahasia kecantikannya adalah berolahraga. Kebiasaan itu bisa membantu mengencangkan kulit sehingga terlihat lebih muda. Sebab, olahraga dapat membakar lemak jahat.

“Karena olahraga itu membakar lemak jahat yang mengandung gula dan garam terlalu banyak. Kedua bahan itu harus seimbang, jangan terlalu banyak. Bisa mengakibatkan penuaan dini ataupun keriput,” ujar wanita 33 tahun itu.

Warga Kecamatan Sananwetan itu sadar, berolahraga outdoor punya risiko terpapar sinar matahari ataupun polusi udara secara langsung. Namun, itu bukan hambatan. Sebab, ada solusi mengatasinya, yakni olahraga pada pagi hari. Selain itu, tidak lupa memakai sunblock sebelum olahraga.

“Kalau saya berolahraga selepas salat Subuh, karena udara pagi masih bagus dan belum banyak polusi yang kotor dan tetap harus pakai sunblock,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, ada perbedaan manfaat antara sunblock dan sunscreen. Meski keduanya sama-sama untuk menghindari dari terik matahari, tetapi cara kerjanya berbeda. Sunblock memantulkan sinar matahari yang menuju ke kulit, sedangkan sunscreen menyerap sinar matahari yang masuk ke kulit lalu diubah menjadi bahan yang tidak berbahaya.

“Sunblock dan sunscreen sama-sama menangkal sinar matahari. Kalau sunblock lebih memantulkan, kalau sunscreen diserap dulu lalu diubah jadi bahan yang tidak berbahaya saat masuk ke kulit kita,” jelas ibu dua anak itu.

Dia menambahkan, bagi para pembaca Jawa Pos Radar Blitar yang ingin tampil awet muda, jangan takut perawatan diri sedini mungkin. Selain itu, rajin olahraga, makan makanan sehat, kurangi gula dan garam, dan minum air putih minimal 2 liter sehari. Hal lainnya, jika memakai skincare jangan mudah terkecoh produk abal-abal. Pastikan produk aman digunakan. “Lebih baik datang (ke dokter, Red) saja, konsultasi, karena rata-rata semua klinik untuk konsultasi itu free,” tandasnya. (dia/c1/wen)

Leave A Reply

Your email address will not be published.