Semakin Dekat dengan Pembaca

Mayoritas Kasus Tabrak Lari Tulungagung Tak Terungkap, Karyawan Jadi Korban Terbanyak

Tulungagung – Angka kasus kecelakaan di Tulungagung tahun 2022 meningkat cukup signifikan. Dari ribuan kasus kecelakaan tahun ini, 16 kasus disebabkan karena tabrak lari, namun polisi hanya bisa mengungkap 3 kasus kecelakaan saja. Itu karena minim saksi dan barang bukti.

Kasatlantas Polres Tulungagung AKP Rahandy Gusti Pradana mengatakan, tahun ini pihaknya menemukan belasan kasus kecelakaan tabrak lari. Tercatat 16 kasus dalam setahun ini, tiap kejadian rata-rata mengakibatkan 1 korban luka. Kasus kecelakaan ini dianggapnya paling susah, karena beberapa faktor yang membuat polisi tidak bisa menyelesaikannya.
“Kasus paling susah itu tabrak lari, karena rata-rata tidak ada motifnya, unsurnya tidak sengaja, tidak ada keterkaitan antar pelaku yang terlibat kecelakaan. Maka motifnya sulit diidentifikasi, apalagi pihak satu tidak bertanggung jawab, sehingga melarikan diri,” ungkapnya.

Dari 16 kasus itu, 3 kasus tabrak lari dapat diungkap polisi karena terdapat saksi yang bersedia menjelaskan kronologi kejadian. Selain itu, dibantu kamera CCTV yang berada di sekitar lokasi kejadian, sehingga ada petunjuk untuk mencari pelaku.

Dia menyebut, pelaku tabrak lari, memiliki rasa takut, sehingga tidak bertanggungjawab atas perbuatannya. Dari pemeriksaan pelaku telah terungkap, ada yang memiliki surat izin mengemudi (SIM) dan tidak. Namun peristiwa tabrak lari ini lebih ke individual pelaku yang memang ingin melarikan diri dari masalah.

Bagaimana tingkat kecelakaan lalu lintas di Tulungagung? Rahandy menyebut, ada sebanyak 1207 kecelakaan di 2022. Jumlah itu meningkat 31 persen dari tahun 2021, dengan kenaikan 289 kasus dan 918 kejadian. Sedangkan untuk korban meninggal dunia juga mengalami peningkatan 15 persen dari tahun 2021. Lantaran tahun 2022 jumlah orang kecelakaan hingga meninggal dunia sebanyak 145 korban, sebelumnya 2021 jumlah korban meninggal dunia 126 orang.

“Meningkatnya angka kecelakaan ini masih disebabkan karena human eror. Apalagi keahlian mengemudi pelaku yang buruk, ada juga karena faktor kelelahan, tidak tertib lalu lintas dan adanya pengaruh alkohol,” jelasnya.

Faktor kendaraan yang tidak sesuai speksifikasi menjadi penyebab kecelakaan. Selain itu, cuaca hujan kini yang membuat jalan licin dan banyaknya jalan yang berlubang di beberapa ruas, membuat penyebab kecelakaan.

Mantan Kanit Regident Polres Malang Kota ini menyatakan, karyawan yang terbanyak menjadi korban kecelakaan, dengan 1.229 orang. Sedangkan peringkat kedua, yakni pelajar atau mahasiswa sebanyak 862 orang.

“Kami telah memasang banner imbauan di jalanan dan media sosial, namun masih banyak angka kecelakaan akibat human eror. Kami mengakui kurang maksimalnya penindakan pelanggaran lalu lintas juga bisa menjadi penyebab kecelakaan,” pungkasnya.(jar/din)

Leave A Reply

Your email address will not be published.