Semakin Dekat dengan Pembaca

Mayoritas Pengangguran di Tulungagung Dipadati Kaum Pria

Tulungagung – Mayoritas pengangguran di Tulungagung dipadati kaum pria. Banyak faktor yang melandasi temuan angka tersebut. Seperti halnya level perusahaan yang turun akibat pandemi dan upah pekerja pria yang tergolong tinggi.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Tulungagung Mohammad Amin melalui Koordinator Fungsi Statistik, Suci Handayanti mengatakan, berdasarkan angka tingkat pengangguran terbuka (TPT), pengangguran pria justru mendominasi jika dibandingkan dengan perempuan. Diketahui TPT dari pria ada 7,51 persen dan perempuan 5,49 persen. “Selisihnya sekitar 2,02 persen. Itu merupakan selisih tertinggi, di tahun sebelumnya selisih sedikit sekali,” jelasnya kemarin (11/01).

Berdasarkan diskusi kasus, pagebluk selama dua tahun mengakibatkan banyak perusahaan turun level. Tidak hanya itu, biaya untuk memberikan upah pekerja pria cenderung lebih tinggi jika dibandingkan dengan perempuan.Menurut dia, kedua faktor itu melandasi temuan angka TPT berdasarkan jenis kelamin tersebut. “Misalnya, perusahaan itu membayar pria Rp 2 juta, kalau perempuan Rp 1,5 juta saja sudah mau,” ucapnya.
Disinggung perihal adakah PHK yang dialami para pekerja tersebut, dia mengaku masih kesulitan mendapatkan angka PHK dari kedinasan terkait. Hal itu mengakibatkan pihaknya tidak memiliki angka PHK di Tulungagung. “Pihak dinas terkait hanya menerima laporan tentang PHK dan tidak melakukan survei PHK itu ke perusahaan. Jadi, saya tidak memiliki angka PHK hingga kini,” ungkapnya.

Kemudian untuk sektor perusahaan, banyak perusahaan yang memberikan lowongan pekerjaan lebih kepada tenaga kerja perempuan dibandingkan pria. Adapun seperti perusahaan pabrik rokok, pertokoan, dan industri.
Dia menjelaskan, tenaga kerja perempuan bisa lebih teliti daripada tenaga kerja pria. “Misalnya perusahaan rokok, mereka banyak mengambil tenaga kerja perempuan. Upahnya murah dan ketelitian perempuan itu lebih tinggi,” tutupnya. (mg2/c1/din)

Leave A Reply

Your email address will not be published.