Semakin Dekat dengan Pembaca

Melihat Rangkaian Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pemilu Tahu 2024.

KABUPATEN BLITAR – Pemilu 2024, kurang 404 hari lagi. Lembaga penyelenggara pemilihan pun terus mempersiapkan diri. Begitu juga, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Blitar. Kemarin (4/1), 110 orang dilantik menjadi anggota PPK. Mereka bakal menjadi kepanjangan tangan KPU dalam menyelenggarakan pesta demokrasi 2024 nanti.

Lagu Indonesia Raya menggema di lantai II Hotel Grand Mansion, Kecamatan Kepanjenkidul, kemarin (4/1) siang. Ratusan orang berpakaian rapi lengkap dengan dasi memenuhi aula pertemuan tersebut. tak peduli pria atau wanita, mereka tampak bersemangat menyanyikan lagu kebangsaan ini.

Usut punya usut, meraka adalah keluarga baru KPU Kabupaten Blitar. 110 orang tersebut sedang mengikuti prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah janji anggota PKK untuk pemilu 2024.

Tak lama berikutnya, detik-detik pengambilan sumpah janji pun tiba. Air muka ratusan orang itu berubah seketika. Ada yang tegang, ada pula yang memerah karena bahagia.

Ya, totalnya hampir 1000 orang yang memiliki minat dan mendaftar untuk menjadi anggota PPK ini. Sayang, hanya lima orang yang dibutuhkan sebagai badan ad hoc KPU di tingkat kecamatan. “ Kami sampaikan selamat kepada yang berhasil lolos seleksi dan dilantik menjadi Anggota PPK untuk pemilu 2024,” ujar Ketua KPU Kabupaten Blitar, Hadi Santosa, mengawali sambutannya.

Menurutnya, antusiasme masyarakat untuk menjadi bagian dari penyelenggara pemilu 2024 sangat luar biasa. Indikasinya, jumlah pendaftar dalam pengisian formasi atau anggota badan ad hoc KPU ini sangat banyak.

Tidak hanya ditingkat PPK, rekrutmen panitia pemungutan suasa (PPS) juga menunjukkan hal sama. Hingga saat ini, diketahui ada lebih dari 3 ribu pendaftar. Mereka akan bersaing untuk mengisi kebutuhan 744 anggota PPS. “Dilihat dari prosentasenya, pendaftar perempuan juga sangat banyak. Ada sekitar 51 pesen. Saat ini masuk tahap penelitian administrasi dan dilanjutkan dengan tes tulis. Kemungkinan pelantikan akan dilaksanakan pada tanggal 24 januari,” kata Hadi.

Rencannya, pelantikan PPS ini akan dilakanakan di Pendapa Sasana Adhi Praja (SAP) Kanigoro karena jumlah personel yang relatif besar.

Hadi mengatakan, pemilu 2024 sudah sangat dekat. Sehingga butuh persiapan matang. Menurutnya, gelaran demokrasi ini merupakan hal yang sangat prinsip. Pihaknya berharap, anggota yang baru saja dilantik juga mempersiapkan diri. “Kita juga perlu berbangga hati. Kita bekerja di wilayah yang sangat prinsip dan menjadi pondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita punya tugas yang mulia,” katanya.

Namun, hal ini bukan perkara mudah untuk dilakukan. Sebab, dalam praktik sebagai penyelenggara pemilu, ada banyak tantangan yang harus bisa diselesaikan.

Menurutnya, pemilu menjadi arena konflik dan kontestasi yang sah dan legal. Kontestasi ini lahir dari kesadaran kemajemukan yang membutuhkan sarana atau arena untuk menentukan pilihan. “ KPU RI sudah menetapkan, ada 24 partai politik yang akan berkontestasi. 18 partai nasional dan sisanya partai lokal,” terangnya.

Para peserta pemilihan ini pasti akan berupaya dan berjuang untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. KPU sebagai menejer atau wasit dalam kompetisi ini harus bisa malaksanakan tugas sebaik mungkin. Memastikan hak konstitusional warga negara atau masyarakat, serta memfasilitasi para peserta pemilihan yang nanti bakal berkompetisi. “Saya ingin ingatkan kepada temen-temen PPK, jaga netralitas, dan integritas sebagai penyelenggara pemilu,”katanya.

Tidak hanya bertugas secara profesional, namun juga paham bahwa KPU adalah lembaga yang hirarkis. Memiliki struktur yang jelas mulai dari pusat hingga tingkat desa. Untuk itu, semua kebijakan harus bisa tersampaikan hingga jajran di tingkat bawah. “ Jangan sampai di pusat inruksi A, sampai di TPS menjadi Z. Jadi loyalitas itu penting. Menjaga nama baik lembaga itu sangat penting,”terangnya.

Terakhir, hadi mengajak ratusan anggota PPK ini untuk tidak terlalu spaneng. Artinya melaksanakan tugas dengan ceria, tanpa mengesampingkan profesionalitas dalam bertugas. Sebab, KPU juga merupakan lembaga pelayanan, sehingga prinsip-prinsip melayani harus ditunjukkan dalam setiap aktivitas. “Karakter lembaga pelayanan itu harus ramah,”imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut pihaknya juga berharap dukungan dari banyak pihak untuk bersama-samas menyukseskan pemilu 2024, utamanya pemerintah daerah. Sebab, dalam gelaran pesta demokrasi ini, KPU membutuhkan banyak fasilitasi dari pemerintah daerah. Mulai dari sarana tempat hingga sumberdaya manusia untuk mendukung fungsi kesekretariatan. (*)

 

(Dok. AGUS MUHAIMIN/ RADAR BLITAR)
Leave A Reply

Your email address will not be published.