Semakin Dekat dengan Pembaca

Menanti Pembangunan Lapangan Lompat Jauh

KOTA BLITAR – Angin segar menghampiri atlet Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Blitar. Pasalnya, induk cabor menerima informasi soal rencana pembangunan lapangan lompat jauh. Meski baru wacana, gagasan ini dinilai krusial dalam proses pembinaan atlet jelang Porprov VIII Jatim tahun depan.

Ketua PASI Kota Blitar, Nur Hidayat mengatakan, selama ini belum ada sarana latihan yang sesusai untuk anak asuhnya. Agenda latihan reguler biasanya digelar di Stadion Soepriadi. Artinya, atlet PASI harus berbagi fasilitas dengan beberapa cabor lain. Seperti halnya sepak bola dan drumband. “Karena itu kan memang fasilitas umum. Jadi, waktu latihan juga disesuaikan,” terangnya.

Tak hanya itu, di dalam PASI ada beberapa nomor cabor yang membutuhkan sarana prasarana (sarpras) khusus. Misalnya, lompat jauh, lompat jangkit, lempar cakram, dan lompat tinggi. “Kalau untuk sprint, jalan cepat, dan estafet itu lebih fleksibel. Karena bisa digelar di mana pun, di lokasi yang lapang,” sebutnya.

Menurut Nur, pemkot melalui dinas terkait menyatakan sedang bersiap merealisasi pembangunan lapangan lompat jauh. Meski tidak merinci kapan pembangunan fisik mulai dilangsungkan, pria berkacamata ini memastikan fasilitas anyar yang dimaksud bakal dibangun di kompleks sport center. Yakni, di Kelurahan Bendo, Kecamatan Kepanjenkidul.

“Kami sudah terima informasi bahwa lapangan lompat jauh akan dibangun di sisi timur sport center. Di sana kan ada lapangan panahan. Nanti akan dilakukan pembagian. Sisi utara untuk PASI dan sisi selatan untuk cabor panahan,” bebernya.

Saat ini, lanjut Nur, dinas sedang melakukan survei. Maklum, wacana pembangunan fasilitas ini juga ditunggu oleh induk cabor lain. Untuk itu, PASI dan Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kota Blitar bakal duduk satu meja di akhir bulan ini. “Kita bahas soal bagaimana memastikan keamanan atlet yang berlatih. Karena kita ingin ada komunikasi intens bersama rekan-rekan di Perpani,” jelasnya.

Wajar jika rencana ini disambut baik oleh induk cabor. Pasalnya, seperti halnya nomor sprint dan estafet, nomor lompat jauh merupakan salah satu nomor potensial untuk menyabet banyak medali diberbagai event kejuaraan. “Di Porprov tahun depan, kita juga bidik di nomor lompat jauh. Karena dalam pembinaan ada fasilitas, kita yakin bisa berbicara banyak di porprov nanti,” tegasnya.

Disinggung soal pembinaan atlet, pria ramah ini mengungkapkan, sedikitnya 20 atlet diberi porsi latihan khusus. Itu terkait persiapan induk cabor jelang multievent terakbar tingkat Jatim tahun depan. Jumlah itu masih bisa berubah. Sebab, nantinya KONI bakal memberi kuota atlet di masing-masing induk cabor. “Termasuk peningkatan jadwal latihan juga sedang diagendakan. Mulai bulan ini sampai pertengahan tahun nanti akan lebih intens,” tandasnya. (dit/c1/hai)

Leave A Reply

Your email address will not be published.