Semakin Dekat dengan Pembaca

Mengenal Sistem Pencatatan Persediaan Barang: Manfaat dan Metodenya

DI dalam menjalankan sebuah perusahaan baik itu perusahaan dagang, perusahaan manufaktur, maupun perusahaan jasa pasti terdapat yang namanya sistem pencatatan. Misalnya pada perusahaan dagang, perusahaan akan menerapkan sistem pencatatan persediaan barang dagang. Sistem pencatatan persediaan barang dagang dilakukan untuk memudahkan suatu perusahaan dalam mengelola transaksi pembelian maupun penjualan yang dilakukan.

Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.14 butir 4, Inventory atau persediaan barang dagang bisa didefinisikan sebagai aset perusahaan yang sengaja dibeli dan disimpan, kemudian dijual kembali untuk mendapatkan keuntungan.

Dilihat dari jenis operasional perusahaan, tidak hanya barang yang telah diproduksi atau siap jual yang dikategorikan sebagai persediaan. Inventory ini juga mencakup barang yang sedang dalam proses produksi atau dalam proses penyelesaian. Termasuk juga di antaranya bahan baku serta perlengkapan yang akan digunakan dalam proses produksi tersebut.

Manfaat Pencatatan Persediaan Barang

Pencatatan persediaan atau inventory penting dilakukan untuk menentukan jumlah dari persediaan yang optimal dengan biaya total yang minimal. Inventory atau persediaan sendiri biasanya meliputi bahan mentah atau bahan baku, bahan pembantu, bahan dalam proses atau work in process, suku cadang dan barang jadi atau finished good yang ditimbulkan karena ketidakpastian dari permintaan, pasokan supplier, dan waktu pemesanan. Dalam manajemen persediaan, sistem inventory ini mempunyai beberapa manfaat penting diantaranya seperti:

Out Of Stock atau Menghindari Kekurangan Bahan

Apabila pelanggan ingin membeli barang dagangan, namun perusahaan tidak memiliki stock barang tersebut karena tidak adanya sistem inventory yang baik, maka sudah pasti perusahaan akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan. Nah, untuk menghindari situasi tersebut, maka sudah menjadi keharusan bagi perusahaan untuk memiliki persediaan barang yang terkontrol.

Meningkatkan Pemasaran

Jika perusahaan memiliki persediaan barang dagangan yang sangat lengkap, maka para pelanggan ataupun calon pelanggan akan terkesan dengan kelengkapan dari barang dagangan yang ditawarkan. Dengan begitu, otomatis reputasi perusahaan pun dapat meningkat. Di samping itu, bila perusahaan selalu mampu untuk memenuhi pesanan pelanggan saat diperlukan, maka kepuasan pelanggan pun tentunya juga akan semakin baik saja dan perusahaan juga otomatis semakin untung.

Peningkatan Pelayanan

Seorang pelanggan biasanya tidak hanya meminta kecepatan penghantaran saja, namun juga ketepatan dan kepercayaan. Dengan adanya pengintegrasian stok barang dengan penjualan lewat sistem inventory, pastinya akan memungkinkan otomatisasi untuk memenuhi permintaan para pelanggan dengan mudah. Selain itu, hal ini juga bisa menjamin bila produk ada di tempat yang benar serta pada waktu yang tepat. Perusahaan akan bisa merespon permintaan pelanggan secara cepat karena otomatis selalu terhubung dengan informasi ketersediaan barang di gudang ataupun di toko.

Pengontrol Persediaan dan Pengambilan Keputusan

Adanya sistem inventory akan memungkinkan adanya fleksibilitas dari distribusi dan penyimpanan barang-barang secara menyeluruh. Sistem ini memungkinkan perusahaan untuk bisa selalu memantau dan mengontrol persediaan mereka. Adanya akses instan pada data-data penting sendiri biasanya meliputi ketersediaan persediaan, jumlah barang yang ada, jumlah barang yang harus dipesan lagi dan biaya yang bisa diketahui pada saat itu juga pada persediaan akan memudahkan perusahaan dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan persediaan barang yang harus mereka miliki dan besarnya biaya yang harus dibayarkan.

Strategi Inventory Barang

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh perusahaan dalam upaya untuk mengatur dan mempersiapkan persediaan barang dagangan mereka seperti beberapa cara di bawah ini:

Lot Size Inventory

Lot Size Inventory merupakan pengadaan persediaan barang atau inventory dalam jumlah yang besar melebihi perkiraan kebutuhan yang ada pada saat ini. Hal ini biasanya dilakukan demi memanfaatkan potongan harga dan ongkos pengiriman persediaan barang dagang.

Fluctuation Stock

Fluctuation Stock merupakan pembelian persediaan barang untuk menghadapi berbagai kemungkinan terjadinya fluktuasi permintaan dari para pelanggan yang sulit diperkirakan.

Anticipation Stock

Anticipation stock merupakan cara pembelian persediaan barang untuk menghadapi lonjakan permintaan dari para konsumen yang dapat diramalkan atau telah diprediksi.

Persediaan Konsinyasi

Barang konsinyasi merupakan persediaan yang biasanya ditempatkan atau dititipkan di tempat lainnya untuk dijual. Bisa ditempatkan di tempat para agen, cabang atau bisa juga ditempatkan di mitra usaha.

Metode Pencatatan Persediaan

Terdapat dua macam metode sistem pencatatan persediaan yang dapat dipilih oleh perusahaan dalam menjalankan bisnisnya yaitu:

Metode pencatatan perpetual (Perpetual Inventory Method)

Metode pencatatan perpetual merupakan metode dimana pencatatan dilakukan setiap waktu secara terus menerus berdasarkan transaksi pemasukan dan pengeluaran persediaan barang serta retur atas pembelian barang yang dilakukan oleh sebuah perusahaan. Metode pencatatan perpetual disebut juga sebagai metode buku yaitu dimana setiap persediaan barang masuk dan keluar selalu dicatat dalam pembukuan.

Dengan menggunakan metode pencatatan persediaan perpetual maka suatu perusahaan akan menjadi lebih mudah dalam menyusun laporan neraca dan laporan laba rugi karena dengan dilakukannya pencatatan secara berkala dalam penjurnalan maka perusahaan dapat dengan mudah mengetahui persediaan yang sebenarnya sehingga untuk mengetahui jumlah persediaan barang akhir, perusahaan tidak perlu melakukan perhitungan fisik atau stock opname pada persediaan yang tersisa atau jika ingin menjamin keakuratan pada pencatatan, perusahaan dapat melakukan perhitungan fisik pada jumlah persediaan barang akhir yang dilakukan sekali dalam setahun.

Barang-barang yang sesuai untuk diterapkan dalam metode pencatatan perpetual adalah barang-barang dengan nilai jual tinggi dan barang yang mudah untuk dicatat pemasukan dan pengeluarannya dalam gudang yaitu seperti mobil, furniture, dan peralatan rumah tangga misalnya kulkas, kompor, dan lain sebagainya.

Ciri-ciri dari metode pencatatan persediaan perpetual adalah:

Pembelian atas barang dagang atau bahan baku yang akan diproduksi kemudian akan dicatat dengan mendebit akun persediaan dan akun kas/utang dicatat dalam kredit.

Retur pembelian, biaya transportasi masuknya barang, diskon atas pembelian barang, dan pengurangan harga barang dicatat dengan mendebit akun persediaan.

Harga pokok penjualan (HPP) langsung dihitung untuk setiap transaksi yang dilakukan dan pencatatan dilakukan dengan mendebit akun harga pokok penjualan dan mengkreditkan dalam persediaan.

Persediaan adalah akun pengendalian yang dilengkapi dengan buku besar pembantu. Buku besar pembantu tersebut berisikan catatan persediaan yang berbeda-beda sesuai dengan tiap jenis persediaannya. Catatan dalam buku besar pembantu yaitu berupa catatan kuantitas dan harga dari setiap jenis persediaan yang ada dalam persediaan tersebut.

Kelemahan Metode Perpetual

Metode pencatatan persediaan barang dagang dengan metode ini akan memakan lebih banyak waktu dan tenaga. Hal ini karena seperti yang kita tahu jika pencatatan persediaan barang dagangannya dilakukan setiap ada kegiatan atau transaksi.

Kelebihan Metode Perpetual

Pencatatan persediaan barang dagang dengan menggunakan metode perpetual lebih akurat. Hal ini karena, pencatatannya dilakukan secara detail atau terperinci. Dengan begitu terjadinya kehilangan barang persediaan bisa dengan mudah dilacak oleh perusahaan. Metode pencatatan barang dengan metode ini sendiri biasanya dilakukan oleh jenis perusahaan yang menawarkan atau menjual barang yang mempunyai harga yang relatif mahal dan jarang.

Metode pencatatan periodik (Periodic Inventory Method)

Metode pencatatan periodik merupakan metode pencatatan yang sederhana dan mudah untuk dilakukan. Dalam metode ini, pencatatan atas pembelian dan penjualan dibedakan satu sama lain. Pencatatan atas pembelian akan dicatat dengan mendebit akun pembelian dan mengkredit akun kas atau utang. Sedangkan untuk pencatatan atas penjualan akan dicatat dengan mendebit akun kas atau piutang dan mengkredit akun penjualan.

Perusahaan yang menerapkan metode pencatatan periodik akan lebih sulit untuk mengetahui jumlah persediaan dalam waktu tertentu. Perusahaan hanya dapat mengetahui jumlah persediaan di akhir periode yang disebut juga jumlah persediaan barang akhir dengan melakukan perhitungan fisik atau stock opname pada jumlah persediaan barang akhir. Barang-barang yang sesuai untuk diterapkan dalam metode pencatatan periodik adalah barang-barang dengan nilai jual yang relatif lebih murah namun penjualannya cukup sering dilakukan.

Pada metode ini, penyesuaian akhir periode dilakukan dengan menutup persediaan barang awal dan kemudian mencatat persediaan barang akhir yang telah dilakukan perhitungan fisik sebelumnya. Untuk menentukan saldo akhir pada metode pencatatan periodik dapat dilakukan perhitungan yaitu perhitungan nilai fisik persediaan atau stock opname yang dikalikan dengan harga pokok penjualan pada satuan barang. Harga pokok penjualan dapat diperoleh dari data persediaan barang awal dan data persediaan barang akhir.

Kelemahan Sistem Periodik

Pencatatan yang hanya dilakukan pada akhir periode saja dan tidak setiap saat terjadi transaksi, maka menyebabkan kehilangan barang persediaan akan sulit untuk diketahui oleh perusahaan dengan cepat dan tepat. Disamping itu, metode ini juga kurang sempurna dalam hal menyajikan jumlah atau saldo yang pasti pada persediaan barang. Selain itu metode ini juga akan menyulitkan penentuan dalam hal penetapan harga yang benar untuk harga pokok barang yang sudah terjual.

Untuk mengatasi kelemahan dari metode periodik, maka anda bisa membuat jurnal penyesuaian atau adjustment journal. Dengan jurnal penyesuaian, maka data pencatatan barang dagang bisa disusun berdasarkan dengan jumlah dan saldo persediaan akhir barang dan data penyesuaian akhir periode.

Kelebihan Sistem Periodik

Metode periodik ini lebih menghemat waktu dan tenaga. Alasannya karena pencatatan dalam metode ini hanya dilakukan secara periodik saja yang biasanya terjadi pada akhir periode.

Demikian penjelasan mengenai pengertian dan perbedaan metode pencatatan akuntansi persediaan antara perpetual dan periodik. Jadi kedua metode ini diterapkan sesuai dengan jenis dan kondisi perusahaan agar sistem pencatatan dalam suatu perusahaan berjalan dengan maksimal. Namun sekarang Anda tidak perlu lagi bingung untuk melakukan pencatatan akuntansi karena telah tersedia sistem yang terintegrasi seperti Jurnal by Mekari.

Software ini membantu Anda mengatur seluruh transaksi di perusahaan mulai dari pembelian, penjualan, persediaan, penggajian, sampai akuntansi dan laporan keuangan. Ukirama juga mendukung kedua metode, baik perpetual maupun periodik. Informasi lebih lanjut mengenai Jurnal by Mekari dapat mengunjungi Jurnal.id

Leave A Reply

Your email address will not be published.