Semakin Dekat dengan Pembaca

Menjaga Wayang Kulit Tetap Awet

KOTA BLITAR – Hampir semua tokoh wayang dimiliki Ivan Wisnu Sanjaya. Pemuda 19 tahun itu sejak kecil sudah jatuh cinta dengan seni tradisional. Untuk menjaga wayang kulitnya tetap awet, perawatan dilakukan secara berkala.

Sebagian besar wayang yang dikoleksi adalah wayang kulit. Ada juga wayang dari kertas karton. Sejumlah wayang itu hasil koleksinya sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP).

Ivan mengoleksi sejumlah wayang tersebut untuk mendukung hobinya. Kini dirinya sedang belajar tentang seni wayang kulit, termasuk belajar menjadi dalang. “Baru setahun belakangan ini belajar seni wayang. Saya ingin menekuni lebih dalam,” ungkap mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Blitar itu.

Selama ini, Ivan memperoleh sejumlah wayang kulitnya itu dari membeli. Sebagian besar adalah wayang berbahan kulit. Dia memesan wayang kulit itu dari seorang teman di luar daerah. “Saya pesan langsung di Jogjakarta. Dia memang spesialis membuat wayang kulit,” terangnya.

LESTARIKAN SENI: Perawatan wayang dilakukan seminggu sekali. (MOCHAMMAD SUBCHAN ABDULLAH/RADAR BLITAR)

Wayang kulit koleksinya tersebut kini disimpan di sanggar. Sanggar tersebut jadi satu dengan rumahnya di Kelurahan Pakunden, Kecamatan Sukorejo. “Saat momen hari kemerdekaan lalu, saya gunakan untuk pentas wayang dalam rangka lomba 17-an di lingkungan,” ujar pria ramah itu.

Wayang-wayang koleksinya tidak sekadar disimpan. Namun, Ivan juga berupaya untuk merawatnya agar tetap terjaga. Perawatan yang dilakukan juga tidak begitu sulit. Biasanya, Ivan hanya cukup menjemur minimal seminggu sekali.

Penjemuran itu dilakukan agar wayang tidak lembap dan cat tidak luntur. Selain dijemur, wayang juga harus dibersihkan dari debu. Dengan begitu, wayang kulit tetap terjaga. “Khusus wayang kulit lebih awet. Beda dengan wayang kulit berbahan karton, rawan rusak,” tandas pemuda yang bercita-cita menjadi seniman ini. (sub/c1/wen)

Leave A Reply

Your email address will not be published.