Semakin Dekat dengan Pembaca

Masyarakat Berharap Bantuan STB, Migrasi TV Digital Belum Jelas

KOTA BLITAR – Program perpindahan siaran televisi (TV) analog ke TV digital sudah dilakukan di beberapa daerah. Sayangnya, penerapan analog switch off (ASO) di Bumi Penataran masih gelap. Hal ini jadi perbincangan di kalangan masyarakat.

Sri Utami, 56, warga Desa/Kecamatan Gandusari mengatakan, dia sudah mengetahui rencana pemerintah pusat soal migrasi ke TV digital. Dia sempat khawatir lantaran tak bisa menikmati acara di TV. Sebab, siaran analog di beberapa daerah sudah padam. “Sempat panik jika nanti padam gimana, karena TV sudah jadi hiburan keluarga,” ujarnya kemarin (5/1).

Menurutnya, apabila pemerintah ingin membuat inovasi, harus disertai dengan jaminan bantuan kepada masyarakat. Dia berharap, menjadi salah satu bagian penerima set top box (STB). “Ekonomi setelah pandemi belum pulih semua. Semoga saja tepat sasaran,” harapnya.

Di sisi lain, Desti Listiana, warga Kelurahan Tangkil, Kecamatan Wlingi antusias menyambut peralihan ke TV digital. Sebab, kualitas audio visual lebih jernih dan dapat dinikmati secara gratis. “Dulu demi bisa nonton jernih harus pakai parabola, tapi bayar atau langganan. Lebih bagus lagi kalau ada bantuan STB,” imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Blitar Eko Susanto menyatakan jika siaran TV digital belum aktif di Kabupaten Blitar. Hingga kemarin masyarakat di kabupaten masih menikmati siaran TV analog. “Kami belum menerima intruksi dari pusat. Info dari provinsi juga belum ada. Hanya beberapa daerah di Jatim yang sudah,” jelasnya.

Untuk diketahui, Kabupaten Blitar masuk area Jatim 7. Sementara yang sudah menerapkan ASO yakni daerah yang tergabung di Jatim 1. Nah, selain kualitas gambar lebih bersih, migrasi ini diharapkan memberi dampak positif pada perekonomian, hingga menciptakan lapangan kerja. Namun, migrasi ini belum sepenuhnya merata.

Pihaknya memprediksi, penerapan siaran digital bakal dilakukan bertahap. Buktinya, ini masih berlaku di beberapa kota besar. “Kalau soal pemberitahuan migrasi, tugas kita mensosialisasikan. Sudah beberapa kali kami lakukan,” tandasnya. (luk/sub)

Leave A Reply

Your email address will not be published.