Semakin Dekat dengan Pembaca

Minat Mengurus PAS Kapal di Tulungagung Masih Minim, Diskan Hanya Berani Targetkan 100 Kepengurusan

Tulungagung – Ratusan nelayan di Tulungagung belum kantongi PAS kapal. Mengetahui hal tersebut, di tahun ini Dinas Perikanan (Diskan) Tulungagung akan menargetkan 100 kepengurusan PAS kapal.

Plt Kabid Kenelayanan Dedy Azhar Muhammad mengatakan, sebelumnya pada Oktober 2022 lalu terdapat 200 kapal nelayan di Tulungagung belum memiliki PAS kapal. Berdasarkan data, mayoritas kapal yang belum mengantongi PAS kapal terdapat di wilayah Pantai Popoh dan Pantai Sine. Diketahui, ada 150 kapal nelayan dari Pantai Popoh dan 50 kapal dari Pantai Sine. “Dari data terakhir, ada 200 kapal nelayan belum mengantongi PAS kapal. Dari Pantai Popoh ada 150 kapal dan Pantai Sine ada 50 kapal,” jelasnya kemarin (02/01).

Mengetahui hal tersebut, pihaknya menargetkan sebanyak 100 kepengurusan PAS kapal di tahun ini. Namun, kepungurusan tersebut masih terdiri dari heregistrasi dan kepengurusan PAS kapal baru. Menurutnya, dari 100 target tersebut, sebanyak 50 untuk keperluan heregistrasi dan 50 lagi kepengurusan PAS kapal baru. “Targetnya di tahun ini ada 100 kepengurusan itu, baik heregistrasi maupun kepengurusan PAS kapal baru. Ya, 50 itu heregistrasi dan 50 lagi untuk PAS kapal baru,” ucapnya.

Disinggung ihwal sedikitnya target dari jumlah kurangnya PAS kapal, dia mengaku terdapat beragam kesulitan dalam menyadarkan nelayan akan pentingnya memiliki PAS kapal. Menurunya, banyak nelayan tidak menginginkan PAS kapal lantaran waktu dalam kepengurusan yang lama. “Mindset-nya mereka kalau ngurus-ngurus berkas itu lama, padahal kan tidak juga. Selain itu, kepengurusan PAS kapal untuk ukuran kapal 8 GT ke bawah itu lho gratis,” ungkapnya.

Sebenarnya, pihaknya telah melakukan beragam kegiatan serta sosialisasi untuk mengenalkan pentingnya mengantongi PAS kapal bagi nelayan. Namun, dari upaya jemput bola tersebut, minim kesadaran nelayan dalam kepengurusan PAS kapal. “Kemarin itu misalnya waktu ada sosialisasi, yang hadir sekitar 50 dan yang kembali untuk mengurus PAS kapal hanya 30-an nelayan. Manfaatnya, kalau ada razia itu bisa melengkapi dokumen, salah satunya dengan PAS kapal dan bantuan-bantuan keringanan lainnya,” ucapnya.

Disinggung perihal adanya tindakan tegas untuk kapal-kapal yang belum mengantongi PAS kapal, dia mengaku belum ada. Menurutnya, apabila terdapat razia di laut, pemilik kapal yang belum mengantongi PAS kapal hanya akan diberikan imbauan. “Belum ada tindakan tegas, hanya imbauan,” tutupnya. (mg2/c1/rka)

Leave A Reply

Your email address will not be published.