Semakin Dekat dengan Pembaca

Minim Atlet Barongsai, FOBI Kota Blitar Rekrut Pesilat

KOTA BLITAR – Proses tak gampang harus dilalui Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Kota Blitar dalam hal penjaringan atlet. Kondisi itu membuat induk cabor menerapkan kebijakan baru. Yakni, menyerap atlet dari cabor lain.

Salah satu opsi yang sedang ditimbang adalah menggaet atlet dari perguruan silat. Sebelum menerapkan kebijakan itu, FOBI akan survey dan monitoring. “Sejak akhir tahun lalu sudah dibuat pemetaan. Itu setelah kami mulai kembali menggiatkan latihan setelah sempat vakum,” kata ketua FOBI Kota Blitar Daniel.

Hasilnya, induk cabor sudah mengantongi satu nama perguruan silat yang bakal diajak bekerjasama. Bahkan, FOBI telah membuat jadwal latihan khusus yang disesuaikan dengan jadwal latihan atlet silat. “Pembicaraan sudah ada. Beberapa atlet silat juga diajak ke tempat kami latihan agar mereka bisa beradaptasi,” ungkapnya.

Menurut Daniel, komunikasi antarpihak berjalan baik. Harapanya, penyerapan atlet bisa dilangsungkan secepatnya. Targetnya, sekitar 10 atlet silat sudah terdata secara resmi sebagai atlet FOBI.

Disinggung alasan FOBI memilih untuk merekrut pesilat, Daniel mengaku, cabor barongsai dan silat punya dasar yang sama. Seperti di antaranya, ketangkasan, ketepatan, dan olah fisik. Maka, dengan merekrut atlet silat, FOBI tidak perlu memulai pembinaan dari nol bagi para atlet anyar. “Sebab, fisik mereka sudah oke. Tinggal dipoles dengan teknik barongsai saja. Misal, soal kekompakan,” tegasnya.

Wajar jika FOBI getol untuk menjaring banyak atlet. Pasalnya, jumlah atlet yang tergabung dalam FOBI terbilang minim. Padahal, ada banyak nomor yang ada di dalam cabor barongsai. Diantaranya, nomor liong atau naga, barongsai, dan pekingsai. Jika jumlah atlet minim, induk cabor khawatir bakal kesulitan memenuhi target perolehan medali dalam satu kejuaraan. (dit/sub)

Leave A Reply

Your email address will not be published.