Semakin Dekat dengan Pembaca

MTsN 8 Tulungagung Peduli Seni Budaya, 3 Ekskul Wujud Nyata Pelestarian

Upaya pelestarian seni budaya di tengah masyarakat mendapat perhatian serius MTsN 8 Tulungagung. Wujud nyata madrasah ikut aktif melestarikan seni budaya adalah melalui kegiatan ekstrakurikuler (ekskul). Madrasah yang berada di Desa Sumberdadap, Kecamatan Pucanglaban, ini memiliki tiga ekskul seni budaya, mulai tari, pencak silat, dan karawitan.

Madrasah yang memiliki julukan Madtsadelta ini merupakan lembaga pendidikan bertema Adiwiyata yang indah dan asri, dengan pohon hijau yang enak dipandang. Hal itu membuat suasana belajar lebih menyenangkan. Siswa-siswi Madtsadelta juga sangat tertib dalam menjalankan peraturan. Selain itu, MTsN 8 Tulungagung merupakan madrasah ramah anak dan punya beragam prestasi, di antaranya dalam bidang seni budaya.

Oh iya, ekskul tari sudah dimulai sejak Januari 2022 dan latihannya seminggu sekali. Ekskul ini dibentuk untuk mengembangkan bakat siswa agar percaya diri menari di depan umum. Melalui ekskul ini siswa belajar berekspresi lewat tari. Hal itu dapat meningkatkan kreativitas serta kepercayaan diri, baik dalam pergaulan di lingkungan madrasah maupun di masyarakat. Tak hanya itu, tarian daerah merupakan kesenian yang harus dilestarikan agar tidak punah oleh tarian modern. Ada beberapa tari yang wajib dipelajari, seperti tari cucuk lampah, tari gambyong, hingga tari kangen.

Sementara itu, ekskul pencak silat (PSHT) dijalankan untuk mengembangkan aspek seni, yaitu indah dalam gerak yang serasi dan menarik, dilandasi rasa cinta kepada budaya bangsa. Pelatihnya terdiri dari Kak Tegar, Kak Wahyu, Kak Hawa, Kak Devi, dan Kak Lis. Latihannya di lapangan utama Madtsadelta, usai jam pelajaran setiap Senin, Rabu, dan Sabtu. Ekskul ini mempunyai jenis tingkatan sabuk, mulai polos, jambon, hijau, putih, dan mori.

Sedangkan, ekskul karawitan perlu ditanamkan pada jiwa-jiwa muda agar tidak terancam punah. Ekskul karawitan didirikan oleh Kepala MTsN 8 Tulungagung, Bapak H Suyoko MKPd. Alat-alat yang digunakan dalam karawitan meliputi kendang, kenong, bonang, barug/penerus, saron, demung, slenthem, gender, gong, gambang, hingga siter. Latihan karawitan dilakukan di rumah Mbah Marlan, di Desa Demuk, Kecamatan Pucanglaban.

Semua ekskul itu jadi wadah mengembangkan bakat dan minat siswa. Selain itu, melatih kemandirian, tanggung jawab, dan pengalaman berorganisasi yang sangat bermanfaat. (*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.