Semakin Dekat dengan Pembaca

Mulai Rancang Skema Seleksi

Juga Jadwal Jaring Atlet

KABUPATEN BLITAR – Pengurus Kabupaten (Pengkab) Wushu Blitar sedang sibuk. Akhir bulan ini, seleksi atlet untuk event Porprov VIII Jatim bakal digelar. Selain mulai merancang jadwal, induk cabor juga sedang membuat skema seleksi.

Agenda ini besar kemungkinan tetap bisa digelar sesuai jadwal. Dengan catatan, jajaran pengurus bisa memastikan seluruh anak asuhnya berlatih secara kolektif di camp wushu di MTsN 1 Udanawu. Itu jadi pekerjaan rumah (PR) lain bagi pengkab.

Sebab, sekitar 15 dari total 20 atlet wushu kabupaten memilih untuk melakoni latihan di cabor pencak silat. Itu setelah pengurus cabor wushu memastikan tidak ada gelaran lain selepas Popda Jatim yang digelar bulan lalu. Adapun satu-satunya agenda terdekat adalah Porprov VIII Jatim. “Berarti harus dikumpulkan dulu. Anak-anak kita beri arahan untuk melepas kegatan pencak silat. Untuk selanjutnya kembali konsentrasi di wushu,” ujar pelatih Pengkab Wushu Blitar, Ahmad Febri Nurwindani.

Nantinya, atlet wushu Bumi Penataran bakal kembali melakoni porsi dan pola latihan intens. Berdasar jadwal anyar yang dibuat induk cabor, para atlet diwajibkan untuk berlatih sebanyak 5-6 hari dalam sepekan. Sedangkan, sisa 1-2 hari bisa dimanfaatkan untuk berlatih teknik atau beristirahat.

Kondisi di atas jelas berbeda dari jadwal latihan yang digelar dalam dua bulan belakangan. Mentas dari event Popda Jatim, atlet wushu hanya berlatih sebanyak dua hari dalam sepekan. Itu setelah pengkab memastikan para atlet tidak banyak gelaran yang bakal diikuti oleh Pengkab Wushu Kabupaten Blitar. “Sudah dua bulan minim pembinaan. Sekarang saatnya kembali diintensifkan. Yang pertama, jadwal latihan ditambah,” katanya.

Soal skema, pria ramah ini mengungkapkan, pihaknya memilih untuk menerapkan seleksi tertutup. Artinya, hanya atlet yang terdata sebagai anggota induk cabor yang diberi lampu hijau untuk mengikuti seleksi. Hal ini ditujukan agar pengkab bisa memanfaatkan sisa waktu persiapan jelang porprov secara efektif.

“Kalau ambil dari luar, pelatih masih perlu banyak memberi materi. Kita seperti membina atlet dari nol. Jadi, makan banyak waktu. Sedangkan, atlet kita banyak yang mengikuti cabor beladiri. Soal teknik, fisik, dan mental saya yakin aman. Hanya tinggal dipoles dengan materi strategi,” bebernya. (dit/ady)

Leave A Reply

Your email address will not be published.