Semakin Dekat dengan Pembaca

Nasib NPCI Tidak Jelas

KABUPATEN BLITAR – Di penghujung tahun lalu, National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Kabupaten Blitar dihadapkan dengan dua agenda kejuaraan. Meski sudah menerima anggaran pembinaan tahunan, lembaga induk keolahragaan atlet berkebutuhan khusus ini belum bisa mengajukan anggaran bonus. Sebab, tidak ada informasi lebih lanjut mengenai alokasi anggaran tersebut dari dinas.

Koordinator NPCI Kabupaten Blitar, Achmad Sugik mengungkapkan, mulai tahun lalu pihaknya bernaung di bawah pemerintah kabupaten (pemkab) melalui Dispora Kabupaten Blitar. Sebelumnya, NPCI berada di bawah komando KONI Kabupaten Blitar. Artinya, anggaran pembinaan tahunan dikucurkan langsung oleh dinas tanpa melalui KONI. “Anggaran pembinaan tahun lalu sudah kami terima full. Untuk tahun ini belum,” jelasnya.

Di sisi lain, Sugik juga mengaku belum menerima informasi soal anggaran khusus. Semisal, jatah untuk bonus.

Biasanya, kata dia, anggaran untuk bonus atlet dibahas sebelum NPCI mulai berlaga di kejuaraan. Lalu, proses pencairan biasa dilakukan usai gelaran rampung. “Kami belum mendengar soal informasi itu. Dan kami juga belum bisa mengajukan,” ungkapnya.

Padahal, NPCI sudah turun di dua gelaran berbeda. Yaitu, Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) dan Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov). Bahkan, program pembinaan khusus (khusus) juga sudah digelar sejak pertengahan tahun lalu.

Sementara itu, Peparpeda digelar selepas gelaran Popda Jatim. Tepatnya pada Oktober tahun lalu. Adapun Peparprov digelar pada 26-28 November lalu. “Memang belum ada anggaran khusus. Tapi, kalau anggaran pembinaan tahunan sudah kami terima,” jelasnya.

Tahun lalu, NPCI menurunkan 24 atlet di gelaran Peparprov. Hasilnya, NPCI mampu keluar sebagai juara umum di event tersebut. Namun, sampai saat ini induk cabor belum menerima informasi soal bonus.

Saat ini, kebutuhan dalam program pembinaan dipenuhi dengan menggunakan anggaran tahunan. Namun, dia berharap agar pemkab tetap mencairkan anggaran khusus. Dia mengeklaim hal ini untuk memberi motivasi lebih bagi para atlet yang berlaga di kejuaraan. “Kalau memang ada, berapa pun jumlahnya, kami syukuri. Atau misalnya tidak ada bonus, tapi anggaran pembinaan tahun ini ditambah, itu juga melegakan bagi kami,”pungkasnya. (dit/c1/hai)

Leave A Reply

Your email address will not be published.