Semakin Dekat dengan Pembaca

Nataru, Polisi Rekayasa Lalin, Ubah Durasi Traffic Light

KABUPATEN BLITAR – Volume arus lalu lintas (lalin) di Bumi Penataran diprediksi bakal meningkat menjelang momen Natal dan tahun baru (Nataru) 2023. Hal ini dipicu situasi pandemi yang melandai jika dibandingan dengan tahun lalu. Dinas perhubungan (dishub) mencatat terdapat belasan titik yang disinyalir jadi pusat kemacetan.

Kepala Bidang (Kabid) Manajemen Lalu Lintas Dishub Kabupaten Blitar Anjar, Eko Juliatmanto menyatakan, kemungkinan terjadi kepadatan lalin pada Nataru tahun ini. Perkiraan itu bukan tanpa alasan. Menurutnya, beberapa pekan terakhir sudah terjadi peningkatan arus lalin. Terutama di persimpangan dengan traffic light.

“Pengamatan kami bersama lintas sektor, memang iya. Jauh lebih besar dari sebelumnya, karena tahun lalu puncak pandemi, aktivitas dibatasi,” ujarnya kemarin (20/12).

Sebagai antisipasi terjadinya trouble spot, pihaknya rampung melakukan pemetaan di sejumlah titik. Hasilnya, terdapat sebanyak 12 lokasi yang diduga berpotensi terjadi kemacetan. Di antaranya, simpang empat Poluhan, Kecamatan Srengat; simpang empat Sanankulon; simpang empat Garum; simpang empat Kesamben; serta simpang empat Kanigoro.

Menurutnya, pemetaan itu tak lepas dari Operasi Ketupat yang sebelumnya dilakukan jajaran kepolisian. Sebab, tiap tahun, puluhan kendaraan tersendat di titik itu. Karena itu, butuh optimalisasi rekayasa arus lalin dan perubahan durasi traffic light. Ini diharapkan bisa mengurai kepadatan kendaraan, baik mengarah ke Blitar atau sebaliknya.

“Tapi itu kondisional. Kalau memang kemacetan fatal, tentunya segera direkayasa. Itu masih jadi yang efektif,” jelas pria ramah ini.

Di sisi lain, Anjar -sapaan akrabnya- menambahkan, arus lalin Nataru tahun ini bisa jadi mengalami pergeseran pola. Artinya, pemetaan itu bukan jadi patokan utama. Pergeseran itu umumnya dilakukan oleh pengendara yang kerap terjebak macet sehingga diimbau lebih cermat memilih akses alternatif. Selama jalan alternatif yang dipilih tak mengalami kemacetan, itu bukan menjadi persoalan.

Disinggung soal puncak arus lalin, kata dia, bakal terjadi awal tahun depan. Itu juga mengacu pengamatan tahun lalu. Namun setelah itu, aktivitas arus lalin diprediksi terus berkurang. “Puncaknya kami prediksi pada 1 Januari. Itu ramai di jalan, terutama mengarah ke tempat wisata. Antisipasi kemacetan akan melibatkan kepolisian dan satpol PP,” tandasnya. (luk/c1/wen)

Leave A Reply

Your email address will not be published.