Semakin Dekat dengan Pembaca

Nihil Suara Tembakan, Mortir Senapan Angin Nyaris Kenai Otak Balita

TRENGGALEK – Keluarga Kahla Anisa (KA), balita asal Desa Kamulan, Kecamatan Durenan, tidak menyangka jika senapan yang disimpan di atas lemari akan berbuah petaka. Hal itu terjadi lantaran senapan tersebut sudah lama tidak digunakan.

Dengan kondisi tersebut, keluarga menyangka senapan tidak berisikan angin dan mortir di dalamnya telah dikeluarkan. Kejadian tersebut membuat keluarga kaget dan sempat shock mau melakukan tindakan apa. “Untung saja, mengetahui hal itu adik (ayah KA, Red) tidak panik dan langsung membawanya untuk mendapatkan pertolongan,” ungkap paman KA, Mustoib.

Dia melanjutkan, ketika peristiwa tersebut, sebenarnya KA dan ketiga kerabatnya diawasi sang nenek. Sang ayah sedang bekerja di ladang belakang lokasi tersebut dan sang ibu mencuci di depan lokasi. Diduga kelelahan di siang hari yang terik, sang nenek yang semula menjaga sang cucu pun tertidur. Karena itu, dia (nenek KA, Red) kaget setelah dibangunkan, dengan kondisi kepala KA mengeluarkan darah yang cukup banyak. “Saat itu saya berada di ladang yang juga di belakang lokasi kejadian. Dan baru tahu ada kejadian itu setelah ada teriakan memanggil adik, sebab tidak ada yang mendengar suara letusan senapan karena suaranya pelan,” katanya.

Saat itu, sesampainya di Puskesmas Baruharjo, setelah melakukan pertolongan pertama pihak puskesmas langsung membuatkan surat rujukan ke RSUD dr Iskak Tulungagung. Sesampainya di RSUD dr Iskak langsung dilakukan pemeriksaan. Namun, lantaran saat itu tidak ada dokter spesialis yang menangani, dengan kondisi luka yang cukup parah, pada sore hari dibuatkan rujukan ke RSUD dr Saiful Anwar (RSSA), Kota Malang. Mengetahui hal tersebut, keluarga langsung berangkat saat itu juga dan sampai pada malam hari. Setelah menjalani perawatan dan operasi pertama, kondisi KA berangsur membaik.

Kini senapan angin tersebut telah diamankan di kantor desa. Biasanya senapan angin tersebut digunakan untuk berburu tikus pada malam hari. Sebab, di persawahannya banyak tikus ketika malam sehingga para tetangga biasa meminjamnya untuk berburu tikus. “Setelah mendapat kabar dari keluarga yang ada di sana (RSUD dr Saiful Anwar, Red), kondisinya telah membaik. Sebab, kendati belum bisa berbicara saat diajak berbicara, dia sudah bisa merespons dengan cara melambaikan tangan. Mungkin itu karena masih ada alat bantuan kesehatan di tubuhnya,” jelas Toib. (jaz/c1/rka)

 

Kondisi Bocah Usai  Jalani Operasi Kedua

Kondisi KA, balita asal Desa Kamulan, Kecamatan Durenan, yang tertembak senapan angin di kepala, kini telah membaik. Pasalnya, berdasarkan kabar yang ada, bocah lima tahun tersebut telah menjalani operasi kedua di RS Saiful Anwar, Kota Malang, kemarin (10/1).

Operasi tersebut merupakan lanjutan dari operasi pertama pada Senin (2/1) lalu. Hal tersebut lantaran ada proyektil peluru senapan angin yang bersarang di kepalanya dan hampir mengenai otak besar. Untung saja, ketika tertembak, peluru tersebut tidak mengenai bagian vital sehingga masih bisa tertolong. “Sebenarnya kejadiannya sudah lama, tapi heboh akhir-akhir ini karena kami minta bantuan untuk proses perawatan,” ungkap Kepala Desa Kamulan, Kecamatan Durenan, Masruri.

Dia melanjutkan, berdasarkan keterangan warga setempat, kejadian tersebut terjadi pada Jumat (30/12/2022) siang lalu. Sebelum kejadian, KA bersama tiga kakaknya bermain bola plastik kecil. Di saat asyik bermain, salah satu bola menyangkut di atas lemari. Melihat itu, kakak tertua KA yang berusia 11 tahun berniat mengambil bola tersebut dengan menaiki meja mesin jahit. Bersamaan itu ada senapan angin di atas lemari yang digunakan kakak KA untuk meraih bola tersebut, hingga terjatuh bersamaan. Saat terjatuh, senapan angin meletus dan mortir mengenai kepala KA. “Sebenarnya saat itu mereka dijaga oleh neneknya. Namun, karena kondisi siang, neneknya itu istirahat dan tertidur,” katanya.

Setelah tertembak, KA membangunkan sang nenek untuk meminta pertolongan. Mengetahui hal tersebut, sang nenek berteriak untuk memanggil ibu dan ayah KA yang saat itu berada di depan rumah. Setelah itu, sang ayah menggendong KA yang sudah tidak sadarkan diri ke rumah tetangga yang memiliki mobil untuk mengantarkannya ke Puskesmas Baruharjo, yang akhirnya dirujuk ke RSUD dr Iskak Tulungagung, dan diteruskan ke RSUD dr Saiful Anwar, Kota Malang. Karena keluarga membutuhkan bantuan untuk proses pembiayaan, setelah mengantarkan ke RSUD dr Saiful Anwar, ayah KA menghubungi pemerintah desa (pemdes) untuk proses pembuatan surat keterangan tidak mampu (SKTM).

Permintaan SKTM tersebut dilakukan pada Minggu (1/1) lalu, lantaran estimasi biaya perawatan KA sampai Rp 200 juta. Setelah mengetahui untuk apa SKTM tersebut, pemdes kaget sebab sebelumnya tidak ada laporan terkait hal tersebut. Kendati demikian, pemdes tetap berusaha mencarikan bantuan ke Pemkab Trenggalek hingga ke Baznas. “Syukurlah upaya pengalokasian bantuan yang kami lakukan berhasil, sebab sudah ada kepastian bahwa seluruh biaya rumah sakit ditanggung Baznas, dan minggu kemarin ada pihak yang melakukan survei ke sini,” jelas Masruri.

Hal tersebut diakui oleh Kapolsek Durenan AKP Panut. Dia menambahkan, KA merupakan tiga bersaudara. Ketika bermain sebelum kejadian, dia bersama dua kakak kandung dan satu kakak sepupu. Semua memang masih kecil, sebab kakak tertua masih kelas TK besar. Untung saja, kendati mengalami kendala biaya, KA langsung dilarikan ke rumah sakit sehingga bisa tertolong. Itu terjadi karena biaya pengobatan tidak bisa ter-cover oleh Kartu Indonesia Sehat (KIS). “Saat ini dia masih menjalani perawatan, semoga saja bisa segera pulih. Dan saat ini senapan telah diamankan di kantor desa,” imbuhnya. (jaz/c1/rka)

Polisi Baru Mintai Keterangan Keluarga

Di sisi lain, kasus KA, 5, balita asal Desa Kamulan, Kecamatan Durenan yang tertembak peluru senapan angin di kepalanya bakal lepas dari jerat hukum. Pasalnya hingga kemarin (10/1) belum ada laporan tertulis terkait peristiwa tersebut. Apalagi korban masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr Saiful Anwar Kota Malang.

Kendati demikian peristiwa yang terjadi sebelum tahun baru tersebut menjadi perhatian aparat kepolisian. Itu dibuktikan dengan polisi telah mendatangi lokasi kejadian untuk meminta keterangan sejumlah saksi. “Memang hingga saat ini (kemarin-red) belum ada laporan resmi dari keluarga, namun kami sudah datang ke lokasi sebagai langkah jemput bola,” ungkap Kapolres Trenggalek AKBP Alith Alarino.

Dia melanjutkan, dari situ telah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi yang diduga mengetahui kejadian tersebut. Kendati demikian hal tersebut belum mampu untuk melakukan proses ke tahapan selanjutnya. Mengingat hingga saat ini masih belum ada keterangan dari keluarga korban terkait hal tersebut. “Berdasarkan informasi yang kami dapat, keluarga masih di Kota Malang karena masih menunggu adik KA dalam proses perawatan yang baru saja menjalani operasi,” katanya.

Sedangkan berdasarkan keterangan sementara yang di dapat dari sejumlah saksi, polisi mendapati peristiwa tersebut murni karena kecelakaan. Sebab, tidak ditemukan unsur kesengajaan dalam insiden tersebut. Itu dibuktikan lantaran pemilik senapan tersebut telah mengamankannya di atas lemari yang jauh dari jangkauan anak-anak. Sebab posisi tempat untuk menaruh senapan tersebut cukup tinggi, dan kecil kemungkinan terjatuh jika tidak ada yang menggertak-gerakannya.

Sehingga kendati telah meminta senapan angin yang melukai korban agar dilakukan pengamanan oleh pemerintah desa, namun saat ini polisi juga belum menyatakan sebagai barang bukti. Kendati demikian dalam waktu dekat ini, petugas berencana akan kembali ke lokasi untuk mengamankan senapan tersebut. “Jika diperlukan kami akan meminta anggota ke sana lagi untuk mengamankan, namun sementara senapan angin itu berada di lokasi yang aman,” jelas Alith. (jaz/rka)

 

 

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.